Latest Post

laskar4d.net

Jelang berakhirnya masa jabatan Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, deretan karangan bunga semakin banyak memenuhi halaman Balai Kota DKI Jakarta, mulai dari ucapan terima kasih, bentuk dukungan, hingga ungkapan patah hati.

Seperti ditayangkan Fokus Sore Indosiar, Kamis (12/10/2017), selain apresiasi untuk Djarot, karangan bunga ini juga mengapresiasi kinerja Gubernur Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tidak hanya memenuhi Balai Kota, sedikitnya 100 karangan bunga dengan isi serupa juga terlihat berjejer mengelilingi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan, hari ini menjalani pengukuran seragam dinas atau fitting sekaligus pemotretan di rumah tim sukses di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan.

Bagi Anies, pelantikannya 16 Oktober mendatang merupakan awal perwujudan janjinya selama kampanye.

Selain Anies, Wakil Gubernur Jakarta terpilih Sandiaga Uno, tak ketinggalan menjalani pemotretan. Sandi pun berkomentar tentang seragam barunya.

Selanjutnya foto pasangan pemenang Pilkada Jakarta itu akan melalui proses edit sebelum akhirnya dicetak dan dipajang di gedung Balai Kota.


laskar4d.net

http://www.laskar4d.net/registration

Kalau ada pertanyaan provinsi apa di Indonesia yang tidak terlalu luas tapi penduduknya padat, pasti sebagian besar akan menjawab DKI Jakarta.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Jakarta hanya seluas 661,5 km2 atau 56 kalinya luas Jawa Barat, namun penduduknya mencapai angka 9,6 juta.

Belum lagi ditambah dengan masyarakat dari provinsi lain seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan lain-lain yang bekerja di Jakarta. Ditambah dengan orang-orang dari desa-desa di pelosok Indonesia yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib setiap tahunnya, semakin membuat Jakarta sumpek dan penat.

Akibatnya permasalahan sosial di Jakarta semakin hari semakin bertambah. Angka kriminalitas meningkat dan prostitusi kuantitasnya juga semakin bertambah banyak.

Belum lagi banyak masyarakat yang tidak mampu beli rumah sehingga mereklamasi pinggiran sungai di Jakarta. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya banjir dan keindahan ibu kota negara jadi berkurang. Padahal ibu kota negara, merupakan icon atau kebanggaan suatu negara.

Memang sebelumnya Jakarta punya gubernur Ahok yang serius menata ibu kota. Sungai-sungai direvitalisasi dan dikembalikan fungsinya seperti sediakala. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dipindahkan ke tempat yang lebih layak, yaitu rumah susun (Rusun). PPSU dibentuk untuk membebaskan Jakarta dari sampah dan banjir.

Di bawah kendali Ahok ibu kota negara ditata sedemikian rupa. Ahok bercita-cita mengubah wajah Jakarta melebihi Singapura.

Hingga dalam waktu singkat masyarakat sudah merasakan dampaknya. Sungai – sungai jadi bersih, banjir jadi berkurang. Pelayanan terhadap masyarakat juga semakin meningkat. Belum lagi banyak masyarakat yang sakit berhasil tertolong dengan mendapatkan perawatan yang layak di rumah sakit.

Namun sayangnya semangat Ahok dan jajarannya memoles dan merawat ibukota jadi terhenti karena divonis dua tahun penjara oleh hakim atas tuduhan penistaan agama.

Pertengahan Oktober 2017 hingga 5 tahun ke depan Jakarta tidak lagi dipimpin oleh gubernur galak dan suka marah-marah, tapi akan dipimpin oleh gubernur yang bicara manis, kurang berani mengeksekusi program dan ambil resiko.

Sedikit demi sedikit setelah ditinggal Ahok Jakarta kembali ke masa jahiliah. Balai kota yang setiap pagi rame didatangi warga untuk mengadu atau hanya sekedar berfoto bersama dengan Ahok mulai sepi.

Sebelumnya warga relah datang pagi-pagi dan mengantri hanya untuk bertemu dengan Ahok. Saat itu Ahok sudah seperti artis yang lagi naik daun, memiliki banyak fans, mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu bahkan kakek nenek. Pokonya tidak kalah banyak dengan fans Jonru, aktivis sosmed yang juga sedang naik daun.

Memang Djarot juga punya semangat yang sama untuk membenahi ibu kota, namun tidak senekad dan seagresif Ahok, sehingga hasilnya pun berbeda. Apalagi kedepannya Jakarta akan dipimpin oleh gubernur yang didukung ormas radikal dan anti Pancasila. Bisa-bisa tugas dan kewenangan Satpol PP digantikan oleh laskar FPI.

Belum lagi sebagian anggota DPRD DKI Jakarta kredibilitasnya sudah tidak baik. Dikhawatirkan Anies yang tidak tegas akan mengakomodir permintaan anggota DPR yang tidak masuk akal untuk balas budi. Anies juga tidak akan seberani Ahok melawan anggota DPRD yang memasukkan anggaran UPS ke APBD DKI Jakarta.

Gubernur baru, track recordnya masyarakat sudah tahu. Hal ini yang membuat semangat memindahkan ibu kota semakin menggebu-gebu. Memang memindahkan ibu kota negara tidaklah segampang ormas radikal mempersekusi orang yang tidak sepaham dengannya, namun saat ini prosesnnya terus berjalan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro menyampaikan presiden Jokowi masih menugaskan kementeriannya untuk mengkaji rencanaan pemindahan ibu kota. Saat ini BAPPENAS masih melakukan pengkajian dan survey lokasi. Bahkan Bambang mengatakan maju terus pantang mundur. Ini bukti bahwa pemerintah serius ingin memindahkan ibu kota negara.

Bambang menambahkan pemindahan ibu kota bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Jakarta. Selain itu, perkembangan ekonomi baru juga sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Daerah yang masuk dalam kajian adalah Kalimantan, karena lokasinya juga berada ditengah-tengah Indonesia. Mudah-mudahan kajian ini cepat selesai, tutur Bambang.

http://www.laskar4d.net/registration

Mengenai rencana pemindahan ibu kota ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Diantaranya yang pro yaitu Gubernur Kalimantan Tengah, karena rencananya ibu kota baru adalah Palangkaranya, ibu kota Kalteng.

Kalau ibu kota jadi pindah saat pemerintahan Anies-Sandi tentu citra Anies-Sandi akan semakin menurun. Dan yang citranya naik adalah gubernur Kalteng. Karena menjadi gubernur ibu kota negara lebih istimewa dibandingkan dengan gubernur provinsi lainnya.

Gubernur ibu kota negara paling banyak disorot masyarakat dan media, sehingga akan terkenal dan elektabilitasnya juga akan tinggi. Dan yang terpenting, menjadi gubernur ibu kota negara juga telah terbukti mampu mengantarkan seseorang menjadi presiden.

Padahal kita tahu sendiri kalau Anies juga ingin jadi presiden. Akankah rencana pemindahan ibu kota ini mengubah rencana Anies mencalonkan diri sebagai presiden? Atau Anies akan mundur dari kursi gubernur Jakarta dan mencalonkan diri sebagai gubernur Kalimantan Tengah? Hanya Anies lah yang tahu jawabannya.

Kalau ada pertanyaan provinsi apa di Indonesia yang tidak terlalu luas tapi penduduknya padat, pasti sebagian besar akan menjawab DKI Jakarta.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Jakarta hanya seluas 661,5 km2 atau 56 kalinya luas Jawa Barat, namun penduduknya mencapai angka 9,6 juta.

Belum lagi ditambah dengan masyarakat dari provinsi lain seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan lain-lain yang bekerja di Jakarta. Ditambah dengan orang-orang dari desa-desa di pelosok Indonesia yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib setiap tahunnya, semakin membuat Jakarta sumpek dan penat.

Akibatnya permasalahan sosial di Jakarta semakin hari semakin bertambah. Angka kriminalitas meningkat dan prostitusi kuantitasnya juga semakin bertambah banyak.

Belum lagi banyak masyarakat yang tidak mampu beli rumah sehingga mereklamasi pinggiran sungai di Jakarta. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya banjir dan keindahan ibu kota negara jadi berkurang. Padahal ibu kota negara, merupakan icon atau kebanggaan suatu negara.

Memang sebelumnya Jakarta punya gubernur Ahok yang serius menata ibu kota. Sungai-sungai direvitalisasi dan dikembalikan fungsinya seperti sediakala. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dipindahkan ke tempat yang lebih layak, yaitu rumah susun (Rusun). PPSU dibentuk untuk membebaskan Jakarta dari sampah dan banjir.

Di bawah kendali Ahok ibu kota negara ditata sedemikian rupa. Ahok bercita-cita mengubah wajah Jakarta melebihi Singapura.

Hingga dalam waktu singkat masyarakat sudah merasakan dampaknya. Sungai – sungai jadi bersih, banjir jadi berkurang. Pelayanan terhadap masyarakat juga semakin meningkat. Belum lagi banyak masyarakat yang sakit berhasil tertolong dengan mendapatkan perawatan yang layak di rumah sakit.

Namun sayangnya semangat Ahok dan jajarannya memoles dan merawat ibukota jadi terhenti karena divonis dua tahun penjara oleh hakim atas tuduhan penistaan agama.

Pertengahan Oktober 2017 hingga 5 tahun ke depan Jakarta tidak lagi dipimpin oleh gubernur galak dan suka marah-marah, tapi akan dipimpin oleh gubernur yang bicara manis, kurang berani mengeksekusi program dan ambil resiko.

Sedikit demi sedikit setelah ditinggal Ahok Jakarta kembali ke masa jahiliah. Balai kota yang setiap pagi rame didatangi warga untuk mengadu atau hanya sekedar berfoto bersama dengan Ahok mulai sepi.

Sebelumnya warga relah datang pagi-pagi dan mengantri hanya untuk bertemu dengan Ahok. Saat itu Ahok sudah seperti artis yang lagi naik daun, memiliki banyak fans, mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu bahkan kakek nenek. Pokonya tidak kalah banyak dengan fans Jonru, aktivis sosmed yang juga sedang naik daun.

Memang Djarot juga punya semangat yang sama untuk membenahi ibu kota, namun tidak senekad dan seagresif Ahok, sehingga hasilnya pun berbeda. Apalagi kedepannya Jakarta akan dipimpin oleh gubernur yang didukung ormas radikal dan anti Pancasila. Bisa-bisa tugas dan kewenangan Satpol PP digantikan oleh laskar FPI.

Belum lagi sebagian anggota DPRD DKI Jakarta kredibilitasnya sudah tidak baik. Dikhawatirkan Anies yang tidak tegas akan mengakomodir permintaan anggota DPR yang tidak masuk akal untuk balas budi. Anies juga tidak akan seberani Ahok melawan anggota DPRD yang memasukkan anggaran UPS ke APBD DKI Jakarta.

Gubernur baru, track recordnya masyarakat sudah tahu. Hal ini yang membuat semangat memindahkan ibu kota semakin menggebu-gebu. Memang memindahkan ibu kota negara tidaklah segampang ormas radikal mempersekusi orang yang tidak sepaham dengannya, namun saat ini prosesnnya terus berjalan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro menyampaikan presiden Jokowi masih menugaskan kementeriannya untuk mengkaji rencanaan pemindahan ibu kota. Saat ini BAPPENAS masih melakukan pengkajian dan survey lokasi. Bahkan Bambang mengatakan maju terus pantang mundur. Ini bukti bahwa pemerintah serius ingin memindahkan ibu kota negara.

Bambang menambahkan pemindahan ibu kota bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Jakarta. Selain itu, perkembangan ekonomi baru juga sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Daerah yang masuk dalam kajian adalah Kalimantan, karena lokasinya juga berada ditengah-tengah Indonesia. Mudah-mudahan kajian ini cepat selesai, tutur Bambang.

Mengenai rencana pemindahan ibu kota ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Diantaranya yang pro yaitu Gubernur Kalimantan Tengah, karena rencananya ibu kota baru adalah Palangkaranya, ibu kota Kalteng.

Kalau ibu kota jadi pindah saat pemerintahan Anies-Sandi tentu citra Anies-Sandi akan semakin menurun. Dan yang citranya naik adalah gubernur Kalteng. Karena menjadi gubernur ibu kota negara lebih istimewa dibandingkan dengan gubernur provinsi lainnya.

Gubernur ibu kota negara paling banyak disorot masyarakat dan media, sehingga akan terkenal dan elektabilitasnya juga akan tinggi. Dan yang terpenting, menjadi gubernur ibu kota negara juga telah terbukti mampu mengantarkan seseorang menjadi presiden.

Padahal kita tahu sendiri kalau Anies juga ingin jadi presiden. Akankah rencana pemindahan ibu kota ini mengubah rencana Anies mencalonkan diri sebagai presiden? Atau Anies akan mundur dari kursi gubernur Jakarta dan mencalonkan diri sebagai gubernur Kalimantan Tengah? Hanya Anies lah yang tahu jawabannya.

Sekian!


http://www.laskar4d.net/registration


laskar4d.info


Agen Togel Terpercaya – Cara Menginstall Aplikasi IDNPLAY Pada Smartphone.

Berikut ini kami berikan langkah – langkah untuk melakukan install aplikasi IDNPLAY pada smartphone kamu yang tentunya akan mempermudah kamu dalam bermainan permainan Poker & Domino :

1. Lakukan download aplikasi APK dengan mengklik Tautan / Link yang tersedia.

*Link Versi Android

*Link Versi IOS






2.Setelah berhasil melakukan download Aplikasi APK IDNPLAY ( Bernama POKER ) , kemudian anda harus memastikan bahwa perangkat Smartphone anda sudah memberikan izin untuk instal aplikasi tidak dikenal atau biasa di sebut sebagai UNKNOWN SOURCE.

Untuk mengaktifkan unknown source silahkan anda masuk ke Setting / Pengaturan , masuk kedalam setting kemudian lakukan Centang ( Aktifkan ) Unknown Sources / Perangkat Tidak Dikenal agar dapat melakukan installasi aplikasi Smartphone IDNPLAY.





3. Setelah berhasil mengaktifkan unknown sources , lakukan instal pada aplikasi APK yang sudah berhasil di download. Jika sudah selesai maka akan muncul keterangan APP Installed. Dan bisa anda klik OPEN untuk membukanya.




4. Setelah selesai langsung klik OPEN dan bukanya langsung untuk bermain permainan Poker & Domino langsung pada Smartphone kesayangan anda.

Selamat Mencoba dan Selamat Bermain .



http://www.laskar4d.net/registration

Kisah perjalanan DKI Jakarta pada periode 2012-2017 bisa dikatakan menjadi bagian sejarah paling menarik bagi ibu kota negara tersebut. Pada periode itu, Jakarta dipimpin oleh 3 gubernur yang sama-sama hebat. Ahok menjadi gubernur DKI yang paling banyak mendapat sorotan karena kebetulan beragama non-muslim dan etnis China. Gaya kepemimpinannya menjadi keunikan tersendiri disamping segudang prestasi yang ditorehkannya. Ahok juga dikenal gubernur yang perhatian terhadap umat Islam di Jakarta. Ahok membangunkan masjid yang megah serta mengumrohkan marbot.

Ahok menjadi sosok yang mampu mengambil hati masyarakat. Dengan gaya kepemimpinan yang apa adanya, ceplas-ceplos, bersih, melayani, dekat dengan rakyat, memuat masyarakat berbondong-bondong datang ke balai untuk berkeluh kesah tentang persoalan hidup kepada Ahok. Uniknya, tidak sedikit masyarakat yang datang ke balai kota hanya untuk sekedar bertemu dan selfie dengan Ahok.

Seperti sebuah hukum alam bahwa tidak ada orang yang disukai oleh seluruh masyarakat, Ahok pun begitu. Jangankan Ahok, seorang nabi pun juga memiliki orang-orang yang mencintainya serta membencinya. Ahok dibenci oleh sekelompok orang yang bisnisnya terhalang oleh kebijakan Ahok yang pro rakyat. Ahok menjadi sosok yang mampu membuat sebagian orang iri. Dengan status non-muslim dan etnis China, tidak sedikit politikus yang merasa lebih berhak menjadi gubernur DKI dibanding Ahok.

Kebencian yang sangat memuncak akhirnya berakhir sebuah tragedi yang sangat memilukan. Ketika biasanya seorang pemimpin didemo dan dilengserkan karena korupsi, tidak mampu mensejahterakan rakyat, serta menyelewengkan jabatan, Ahok menjadi anomali. Ahok justru dilengserkan setelah memberikan segudang prestasi untuk Jakarta. Ahok dilengserkan setelah membangunkan masjid, mengumrohkan marbot, menjamin pendidikan anak-anak Jakarta dengan KJP, menormalisasikan sungai, serta membangunkan rusun untuk para tuna wisma. Mirisnya yang melengserkan Ahok adalah orang muslim yang telah diprovokasi oleh para begundal politik.

Kehebatan Ahok membawa Jakarta menjadi lebih baik mampu menarik simpati dan cinta dari orang-orang di luar Jakarta. Banyak penulis seword salah satunya saya sendiri yang tiba-tiba mencintai sosok Ahok, padahal kami bukan orang Jakarta. Kita pun belum pernah bertemu dengan Ahok secara langsung. Di luar sana, banyak sekali yang tiba-tiba respek terhadap Ahok. Meskipun Ahok nn-muslim dan China, hal tersebut tidak menghalangi umat Islam untuk mencintainya.


http://www.laskar4d.net/registration

Meskipun jutaan orang berdemo di Jakarta menuntut Ahok di penjara, namun di belahan bumi Indonesia yang lain, puluhan juta umat Islam sangat respek terhadap Ahok.

Ketika kami yang bukan warga Jakarta, jauh dari Ahok, dan belum pernah bertemu dengan sosoknya terus bisa tiba-tiba mencintai Ahok, bisa dibayangkan betapa besar cinta orang-orang yang hampir selalu bersama dengan Ahok?

Mereka tentu lebih paham tentang Ahok dibandingkan kami yang hanya mampu melihat video dan pemberitaannya di media. Maka sangat wajar ketika Djarot begitu besar cintanya terhadap Ahok. Keduanya adalah sahabat yang saling bahu membahu berjuang untuk kota Jakarta. Djarot tahu betul luar dalam diri Ahok. Bagi Djarot, Ahok tidak hanya sekedar sahabat, namun juga sosok panutan yang layak dihormati. Djarot banyak belajar mengelola sebuah provinsi semodern DKI Jakarta.

Djarot menjadi sosok yang terpukul ketika Ahok divonis dua tahun penjara. Raut wajah dan sorot mata Djarot tidak bisa berbohong. Meskipun Djarot berusaha tetap tegar, namun nampak ada kesedihan yang mendalam dari sorot mata dan raut wajahnya.

Ketika Djarot dilantik menjadi gubernur DKI menggantikan Ahok, tidak terlihat raut wajah yang sedang berbahagia. Menggantikan kedudukan orang yang sangat dicintai tentu bukan sesuatu yang membahagiakan apalagi sosok tersebut sedang di dalam penjara. Begitu segan dan hormatnya Djarot kepada Ahok, dia tidak mau menempati ruang kerja gubernur yang sebelumnya menjadi ruang kerja Ahok.

Jika pembaca seword terus mengamati perjalanan Djarot memimpin DKI, di setiap acara atau kegiatan, hampir pasti dia akan selalu membawa nama Ahok. Ketika Djarot meresmikan sebuah proyek, dia akan membawa nama Ahok di sambutannya. Seolah-olah dia ingin mengatakan kepada masyarakat, bahwa proyek ini adalah jasa Ahok, bukan dirinya. Djarot seperti ingin meyakinkan masyarakat bahwa Ahok begitu peduli dengan rakyat Jakarta. Djarot seperti ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa sosok yang sedang meringkuk di penjara adalah orang yang telah berjasa besar terhadap Jakarta.

Berikut informasi dimana Djarot terus menghadirkan sosok Ahok di akhir jabatannya:

Ada yang menarik di hari-hari terakhir Djarot memimpin ibu kota. Berulang kali Djarot menghadirkan ‘sosok’ Ahok. Tidak secara nyata, namun melalui ucapan. Tengok saja saat Djarot meresmikan Program Bedah Rumah 2017 di Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (28/9).

Djarot mengatakan program bedah rumah ini digagas oleh Gubernur DKI sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menciptakan dan merevitalisasi lingkungan yang kumuh dan yang menjadi pilot project adalah Cilincing Jakarta Utara. Djarot juga menyampaikan salam Ahok kepada seluruh warga, terlebih yang menerima bantuan program bedah rumah

http://www.laskar4d.net/registration

http://www.laskar4d.net/registration


Sepertinya ada musang berbulu domba dalam tubuh pemerintahan Presiden Jokowi saat ini. Mereka sengaja membocorkan rahasia-rahasia negara untuk dijadikan konsumsi publik. Tujuan mereka jelas, yaitu bikin kegaduhan demi kegaduhan supaya terciptanya kesan yang jelek terhadap pemerintahan Jokowi.


Baru-baru ini dua surat penting negara bocor ke ranah publik. Surat yang pertama yaitu surat dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ditujukan ke Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno terkait kondisi keuangan PLN.

Surat yang kedua yaitu surat dari CEO Freeport-McMoRan Inc Richard Adkerson kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto terkait penolakan proposal pemerintah soal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Logikanya tidak akan mungkin bisa surat-surat penting di ruang lingkup Kementerian bisa diketahui oleh masyarakat secara luas kalau bukan ulah busuk orang dalam yang membocorkannya sehingga tersebar kemana-mana.

Kondisi Keuangan PLN

Surat yang pertama yaitu surat dari Menteri Sri Mulyani tentang kondisi keuangan PLN. Surat yang yang ditujukan ke Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno tersebut menyebutkan bahwa kondisi keuangan PLN dalam posisi yang mengkhawatirkan. Selanjutnya, kondisi besarnya kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman PLN yang tidak didukung oleh pertumbuhan kas bersih operasi sehingga berpotensi gagal bayar.

Dalam surat itu Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan kekhawatirannya bahwa kondisi keuangan PLN saat ini dalam posisi mengkhawatirkan karena PLN harus investasi untuk program pembangunan 35.000 MW yang merupakan program pemerintah.

Kekhawatiran Sri Mulyani akan kondisi PLN seolah-olah mengamini sentilan Rizal Ramli dulu saat masih menjabat sebagai Menteri di Kabinet Jokowi bahwa saat ini Indonesia belum siap dengan 35.000 MW. Bahkan Rizal Ramli sempat berseteru dan menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla debat terbuka soal proyek 35.000 MW itu.

Menurut hitung-hitungan Rizal Ramli, jika dipaksakan menggarap proyek 35.000 MW itu maka PLN akan tumbang dan bangkrut. Saat ini Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan total kapasitas 16.000 MW saja, belum saatnya memaksakan diri dengan proyek 35.000 MW.

Selain soal proyek 35.000 MW, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengkhawatirkan kondisi utang PLN dimana kondisi keuangan PLN pada triwulan II-2017, jumlah utang jangka panjang PLN mencapai Rp 299,364 triliun. Utang jangka panjang ini naik Rp 40,025 triliun jika dibandingkan dengan triwulan II-2016 yang sebesar Rp 259,339 triliun.

Mirisnya informasi rahasia macam begini ini sudah beredar luas di masyarakat akibat ulah oknum-oknum busuk yang bercokol dalam pemerintahan.

Penolakan Freeport Soal divestasi 51% Saham Freeport Indonesia


Surat kedua yang bocor ke ranah publik yaitu surat dari CEO Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson, kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto yang isinya berupa penolakan proposal dari pemerintah soal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Menurut Richard Adkerson, proposal pemerintah Indonesia soal valuasi harga divestasi tersebut tidak sesuai dengan kerangka kesepakatan antara Freeport yang diwakili Adkerson dan pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah Indonesia menawarkan valuasi harga divestasi 51% saham yang dihitung berdasarkan manfaat dari kegiatan pertambangan yang diperoleh PT Freeport Indonesia hingga tahun 2021 mendatang saat berakhirnya kontrak karya Freeport di Indonesia.

Penolakan tersebut juga didasari oleh pemahaman Richard Adkerson bahwa divestasi harus mencerminkan nilai pasar yang wajar dari bisnis yang dijalankan Freeport hingga 2041 mendatang.

Selain itu, valuasi harga divestasi 51% saham harus berpatokan pada standar internasional dalam menilai bisnis pertambangan dan konsisten dengan hak-hak yang tercantum dalam kontrak karya. Freeport menolak transaksi yang tidak mencerminkan nilai bisnis yang wajar berdasarkan hak-hak kontraktual mereka sampai tahun 2041 mendatang.

Yang menjadi polemik saat ini yaitu penolakan Freeport soal divestasi 51% saham bertolak belakang dengan pemberitaan selama ini bahwa untuk meghargai Presiden Jokowi, Freeport telah menyetujui angka divestasi 51% saham itu.

Ini kan sama saja mencoreng pemerintahan Presiden Jokowi akibat gatalnya tangan para benalu dan parasit bangsa yang bercokol di pemerintahan yang dengan sengaja membocorkan surat tersebut ke ranah publik.

Saya kok melihat sepertinya para oknum tersebut bahagia lahir dan bathin kalau ada kegaduhan baru. Bagaimana bangsa ini bisa maju pesat seperti Jepang dan China kalau masih bercokol para benalu dan parasit bangsa dalam pemerintahan.

Musuh Dalam Selimut


Terlepas dari apa yang sedang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia saat ini demi kemaslahatan rakyat, sangat tidak pantas kedua surat yang krusial dan penting itu dibocorkan ke publik oleh orang dalam pemerintah karena itu bukan konsumsi rakyat kecil.

Soal kondisi keuangan PLN, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan bahwa kondisi keuangan PLN saat ini sehat. Sofyan Basir memahami kekhawatiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dan akan menyurati Sri Mulyani bahwa kondisi keuangan PLN saat ini dalam kondisi yang sehat.

Saat ini cashflow (arus kas PLN) sebesar Rp 63 trililun, itu belum termasuk standby loan di bank (pinjaman siaga) sebesar Rp 38 triliun. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.



http://www.laskar4d.net/registration


Soal penolakan Freeport terkait valuasi harga divestasi 51% saham, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan memastikan dalam waktu dekat akan bertolak ke Amerika Serikat untuk membicarakan hal tersebut.

Sekarang tengah dikaji poin-poin keberatan dari Freeport. Luhut memastikan bahwa pemerintah tetap memegang teguh kesepakatan dengan Freeport beberapa waktu lalu.

Dengan adanya fakta bocornya surat-surat rahasia internal Kementerian, maka disimpulkan bahwa jelas ada musuh dalam selimut yang sengaja bikin gaduh negara ini dengan membocorkan rahasia-rahasia negara kepada publik.

Padahal Presiden Jokowi sudah berulangkali menegaskan agar aparatur negara jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kegaduhan dan kontroversi.

Berkali-kali Presiden Jokowi menegaskan agar menjaga keteduhan, ketenteraman, ketenangan dan persatuan dengan terus bekerja dan bersinergi serta menjaga stabilitas politik dan ekonomi untuk mendukung semua program yang berkaitan dengan pembangunan negara.

Jika ada masalah di ruang lingkup pemerintahan, utamakan penyelesaiannya juga di lingkup internal pemerintah, bukan dilempar ke publik. Permasalahan di kementerian dibahas di tingkat menteri koordinator lebih dulu. Jika memang tidak selesai, baru diangkat ke tingkatan Presiden.

“Sebagai kepala pemerintahan, sebagai kepala negara, sebagai panglima tertinggi Angkatan Darat, Laut, dan Udara, saya ingin perintahkan kepada Bapak, Ibu, Saudara sekalian, fokus pada tugas masing-masing,” kata Presiden Jokowi.

Warning itu sudah jelas, tapi kok kenapa masih saja ada orang gagal paham yang tidak paham perintah Presiden. Sebenarnya tidak susah jika mau diusut dan diinvestigasi siapa penyebar surat-surat penting Kementerian tersebut.

Sama halnya dengan bocornya draft surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) KPK ke publik terkait penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka yang setelah heboh akhirnya setelah diinvestigasi secara internal oleh KPK akhirnya ketahuan pelakunya yakni Sekretaris Pribadi Ketua KPK Abraham Samad yang bernama Wiwin Suwandi.

Yang menjadi masalah, sekalipun terungkap siapa pelaku penyebaran surat-surat penting tersebut tetap tidak akan menyelasaikan masalah bahwa informasi rahasia negara kini dengan mudah menjadi konsumsi publik akibat masih bercokolnya para benalu dan parasit negara.

Saya berdoa semoga pakde Jokowi diberi kekuatan dan hikmat kebijaksanaan untuk menumpas para kutu busuk itu dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya agar tidak menjadi parasit dan benalu bagi negara.



http://www.laskar4d.net/registration

http://www.laskar4d.net/registration


Ahok, seorang anak bangsa yang begitu mendedikasikan dirinya kepada warga Jakarta, membuat ia dikenal di seantero Indonesia, dan bahkan mendapatkan perhatian luar negeri. Sepak terjangnya selama lima tahun di Jakarta, menjadi titik klimaks yang begitu membuat seluruh mata terpana.

Bahkan orang acuh seperti Pak De Jokowi pun harus terhisap dalam lautan pemikiran dan tindakan Ahok yang begitu luas. Anak perantauan Belitung yang mengadu nasib di Jakarta, berhasil membuktikan bahwa daerah pinggir Indonesia, bisa memberikan kontribusi yang luar biasa kepada bangsa Indonesia. Ahok sudah menjadi sebuah trendsetter dalam berpolitik.

Selama ini kita tahu bahwa dunia politik sangat gelap, abu-abu, dan ada kabut merah tua yang merupakan uap dari darah-darah haram yang menguap karena panasnya panci penggorengan politik. Namun kehadiran Ahok 10 tahun terakhir ini justru menjadi sebuah momen yang sangat luar biasa bagi revolusi mental.

Tidak banyak orang yang dapat mengerti visi dan misi dari Presiden kita, Joko Widodo. Ahok adalah salah satu orang yang dapat mengimbangi Joko Widodo dalam mengerti visi misi. Sebagai orang Kristen, Ahok tahu setiap apa yang dikerjakan, selalu dilihat oleh Tuhan. Ia melihat pekerjaan sebagai birokrat dan pejabat publik merupakan sebuah tugas mulia, yang dikenal dengan istilah ‘panggilan’.

Menjalankan segala sesuatu, harus di dalam kesadaran akan Tuhan. Pengenalan akan Tuhan yang dimiliki Ahok, membuat dirinya begitu dikasihi rakyat. Apa yang dilakukannya adalah sebuah tindakan lintas agama. Sebenarnya konsep inilah yang harus dimiliki oleh setiap pejabat publik. Pejabat publik tidak perlu sampai menjadi orang-orang yang menjual agama, untuk mendapatkan ketenaran.

Cukuplah kita lakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara, itu pun merupakan pengamalan dari kehidupan agama juga, bukan? Menjadi manusia beragama dan bertuhan, tidak perlu dengan cara menunjukkan agama kita bukan? Kerjakanlah segala sesuatu yang baik, itu adalah investasi kita terhadap hari depan yang lebih baik.

Tindakan-tindakan yang kita lakukan, harusnya menjadi sebuah tindakan yang mencerminkan manusia beragama dan beradab, bukan malah menggunakan agama untuk menjadi biadab. Akhirnya, Ahok harus dikalahkan dan dihancurkan oleh isu-isu agama.



http://www.laskar4d.net/registration


Hanya karena ia Kristen, apakah ia tidak berhak menegur agama lain? Ya, jika memang kalian tersinggung, saya sangat wajar, karena saya pun tersinggung jika agama saya dihina oleh Rizieq Shihab, dengan kalimat “Kalau Yesus Anak Allah, siapa bidanNya?”. Ini adalah penistaan jelas. Namun untuk memenjarakannya karena hal tersebut, saya rasa ini adalah sebuah hal yang paling konyol sedunia. Mengapa? Karena jelas bahwa Ahok dipenjara karena urusan politis, bukan agama.

Agama besar yang digadang-gadang ternyata membuat kepuasan warga Jakarta terhadap kinerja mereka harus turun. Orang yang kalah pada Pilkada, akhirnya harus dipenjara. Kurang sial apa lagi? Namun ini hanya pandangan saya yang terbatas. Jika melihat dari pandangan Ahok, ia justru merasa hal ini adalah sebuah pembelajaran. Belajar mengampuni, adalah tema besar di dunia ini.

Ahok sudah meminta maaf di hadapan publik, dengan tulus, sedangkan Rizieq, sudahkah kita mendengar permintaan maaf dari dirinya? Standar janda yang dimiliki oleh pendukung Rizieq adalah bentuk keputusasaan para penguasa lama karena melihat kinerja Ahok yang begitu luar biasa di Jakarta. Akhirnya ia harus dipenjara. Namun apakah ia selesai? Tidak! Ia malah menjadi semakin terang! Lihat saja surat-surat balasannya, yang justru menghibur banyak orang, ketimbang dihibur oleh banyak orang.

Apa yang dikerjakan di penjara? Banyak orang dekatnya yang mengatakan bahwa dirinya di Mako Brimob malah menjadi semakin terang. Ia berolahraga, membaca kitab suci, dan menulis. Tidak jarang ia membaca surat-surat dan membalas surat tersebut kepada para pendukungnya, dan setidaknya para simpatisannya.

Ini adalah sebuah keberpihakan yang benar, ditunjukkan oleh Pak Ahok di Mako Brimob. Kesempatan demi kesempatan dilalui tanpa mengeluh. Bahkan di dalam suratnya, saya melihat bagaimana api semangat yang dimunculkan Ahok begitu menyala dan menghangatkan lingkungan. Api lilin menghangatkan sedangkan api obor kemarahan para laskar, justru membakar. Inilah perbedaan dari lilin dan obor.


http://www.laskar4d.net/registration

http://www.laskar4d.net/registration

Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno boleh saja memenangkan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua beberapa waktu yang lalu. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Ahok dan Djarot dengan selisih suara yang lumayan besar. Tapi, perjuangan Anies dan Sandi belum selesai. Mengalahkan Ahok dan Djarot bukan sebuah akhir tapi merupakan sebuah awal. Perjuangan sebenarnya adalah memperbaiki wajah DKI Jakarta untuk lima tahun kedepan.

Selama ini kita ketahui, DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Ahok dan Djarot memiliki sejumlah kemajuan. Baik dalam urusan birokrasi maupun pembangunan. Nah, nanti kita akan lihat bersama. Apakah DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies dan Sandi menjadi lebih baik atau sebaliknya.

Tapi jujur, dari kaca mata seorang anak desa, saya melihat dan mengamati bahwa menjadi Anies, gubernur DKI Jakarta setelah Ahok itu nggak enak. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena paling tidak, ada tiga hal yang membuatnya demikian.

Pertama, akan selalu dibandingkan dengan Ahok. Kedua, di tagih janji sebelum resmi dilantik sebagai gubernur. Ketiga, dikuliti habis-habisan oleh penulis LASKAR4D , Mari kita bedah satu per satu.

Di bandingkan dengan Ahok

Pernah dengan kalimat ini “Tidak ada satupun wanita didunia ini yang suka dibandingkan dengan wanita lain apalagi dibandingkan oleh pria yang diam-diam disukainya”. Memang, secara khusus kalimat tersebut tidak ada korelasinya sama sekali dengan Anies tapi kalau kita mau menyelami nya lebih dalam, apa yang dirasakan oleh wanita tersebut, nantinya akan dirasakan juga oleh Anies.

Tidak ada satupun gubernur didunia ini yang suka kinerjanya dibandingkan dengan kinerja gubernur sebelumnya apalagi secara kasat mata kinerja gubernur sebelumnya terlihat lebih baik dari kinerjanya.


http://www.laskar4d.net/registration


Percaya lah, hal ini akan terjadi. Dan itu akan dialami oleh Anies. Lambat laun akan membuat Anies gerah. Walau bagaimana pun, perbandingan seperti ini akan menjadi lumrah. Ahok telah memperbaiki birokrasi, apakah Anies bisa melakukan lebih dari itu, paling tidak menjaga yang sudah ada. Kalau tidak bisa, siap-siaplah kuping menjadi panas mendengar kata-kata pedas warga Jakarta. Dan disudut lain, mungkin Ahok akan berkata dalam hati “Masih enak zaman gue kan?” Hahaha.

Ahok tidak akan sejahat itu. Tertawa diatas penderitaan orang lain. Walaupun Anies pernah menjadi lawannya di Pilkada DKI Jakarta yang lalu, saya percaya demi masyarakat ibukota, Ahok siap jika dimintai saran dan masukannya.

Saya juga berharap, Anies bisa lebih baik lagi memimpin ibukota dibandingkan Ahok. Bukan kenapa-kenapa, kalau Anies gagal yang disalah bukan dia tapi Jokowi. Memang, semuanya terasa lebih enak kalau melemparkan kesalahan pada Jokowi.

Di tagih janji sebelum resmi dilantik

Waktu diumumkan bahwa pasangan Anies dan Sandi yang menang beberapa waktu lalu, didunia maya saya lihat banyak orang yang langsung menagih janji Anies dan Sandi.

Kalian ini bagaimana sih? Yang sabar kenapa. Anies saja belum resmi dilantik sudah di tagih janjinya segala. Bagaimana beliau bisa mewujudkan janji-janjinya, kursi gubernur saja belum sempat di duduki. Sabar dan lihat saja sambil ngopi, apa yang akan dilakukan Anies dan Sandi.

Tapi saya jadi berfikir-fikir, kenapa hal ini bisa terjadi? Setelah saya amati lebih lanjut, saya mengerti kenapa masyarakat buru-buru menagih janji Anies dan Sandi. Ini tidak lain dan tidak bukan karena program Anies dan Sandi yang luar biasa. Salah satunya, rumah dengan DP 0%. Nah, itu nanti realisasi nya bagaimana? Itu kira-kira yang ingin diketahui masyarakat Jakarta secepatnya.

Di kuliti habis-habisan oleh penulis LASKAR4D

Penulis-penulis LASKAR4D adalah orang-orang “terpilih”. Maksudnya, tidak semua orang bisa jadi penulis di LASKAR4D . Hanya orang yang lolos seleksi saja yang akan diberikan hak akses. Nah, terbayangkan kalau penulis-penulis “terpilih” tersebut menguliti seseorang secara habis-habisan? Salah satu orang yang di kuliti habis-habisan adalah Anies Baswedan.

Penulis LASKAR4D menguliti Anies Baswedan bukan karena benci tapi karena ada “apa-apanya” dalam sosok Anies. “apa-apanya” itu silahkan anda terjemahkan dengan “bahasa” anda masing-masing.

***

Itu tadi tiga hal yang membuat Anies, gubernur DKI Jakarta setelah Ahok itu nggak enak. Tapi kalau mau, anggap saja tulisan ini sebagai masukan dan motivasi untuk Anies agar ke depannya bisa membuat yang nggak enak tersebut menjadi enak.

Begini, dalam urusan birokrasi, Ahok telah membuat birokrasi di Jakarta lebih baik. Anies tinggal mempertahankannya saja dan memperbaiki apa yang kurang. Tidak perlu di utak atik lagi. Jadi, tidak membuang-buang banyak waktu.

Selain itu, Ahok sering digambarkan sebagai gubernur “arogan” karena ucapan-ucapannya yang “keras”. Anies bisa menutupi “kekurangan” Ahok tersebut dengan kepribadiaannya yang selama ini identik dengan kata “santun”.

Intinya, apapun yang telah dilakukan Ahok sebelumnya, jika itu baik pertahankan, jika ada yang kurang diperbaiki. Tidak perlu malu untuk “mengakui”.


http://www.laskar4d.net/registration

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.