Articles by "DEWASA"

Tampilkan postingan dengan label DEWASA. Tampilkan semua postingan



Aqu adalah seorang iibu rumah tangga biiasa usiaku 28 tahun namaqu Delia aqu mempunyaii Swami yg namanya Parjono dan bekerja sbg tukang bangunan yg apabila ada proyek dia bekerja, kalo tak ada proyek Parjono hanya nganggur duduk di rumah saja, usiaku dan Swami sama jadi aqu tak mengandalkan pemasukan darii Swamiku saja

Aqu sudah menyuruh dia untuk bekerja di pabriik tetapi dia tak mau, sudah 4 tahun ini perniikahan kita belom dikaruniia anak, kerana Swamiku juga tak mau bekerja jadi hutang kita disana disini semakin banyak. Sampaii suatu waktu ada seseorang yg datang dirumahku marah marah kerana hutang Swamiku belom juga dilunasiinya.

Pada waktu iitu aqu hanya biisa menemanii Parjono di siisiinya menghadapii kata-kata kasar orang yg dihutangii oleh Parjono. Aqu sendirii meliihat gelagat yg aneh darii orang iitu. Sembari marah-marah matanya seriingkalii tertangkap olehku sedang meliiriik ke arah badanku.

Aqu sendirii memang mempunyaii badan yg cukup bagus menurutku. Tiinggii 170cm (termasuk tiinggii untuk wanita lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dgn ukuran dada 36. Kehiidupan seks kita tidaklah bermasalah meskipun tak biisa dibiilang iistiimewa. Parjono selalu dapat memuaskanku meskipun dia adalah seorang yg konservatiif yg selalu bermaiin dgn gaya yg iitu-iitu saja.

Beberapa harii sesudah rumah kita didatangii oleh orang yg menagiih hutang, aqu meliihat orang tersebut di jalan sewaktu aqu mau pergii ke rumah saudaraqu. Tadinya aqu akan memiinjam uang darii saudaraqu untuk menutupii hutang Parjono pada orang tersebut, tetapi ditengah jalan aqu mempunyaii piikiiran laiin. Aqu iikutii orang tersebut untuk mengetahuii dimana rumahnya.

Tadinya niiatku hanya untuk mengetahuii saja, tetapi akhiirnya aqu mempunyaii niiat laiin. Aqu putuskan untuk menggadaiikan badanku untuk melunasii hutang-hutang Swamiku kepada orang iitu. Sesudah aqu mantap dgn niiatku, beberapa harii kemudian aqu memberaniikan dirii untuk mendatangii rumah orang tersebut.
Rumah orang iitu memang sangat besar dan mewah. Sesudah berhasiil mengatasii rasa gugupku akhiirnya kuberaniikan dirii untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang laki laki kurus yg kupiikiir adalah pesuruh di rumah iitu keluar.

“Nyarii siiapa bu?”
“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaqu pada laki laki tersebut.
“IIbu siiapa? Biiar saya sampaiikan ke Bapak.”
“Biilang aja darii Isterinya pak Parjono.” Akhiirnya pesuruh iitu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagii untuk membukakan pagar.
“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaqu.
Langsung saja aqu menuju ke arah yg ditunjuknya. Sebuah piintu darii kayu jatii dgn ukiiran yg sangat cantiik. Belom juga aqu sampaii ke depan piintu, piintu tersebut sudah dibuka darii dalam. Rupanya yg membukakan piintunya adalah orang yg kucarii.


Orang dgn perawakan kurang lebiih 180cm dan kuperkiirakan beratnya 75kg. Aqu pikir usianya sekiitar 50 tahun. Berkulit hiitam dan terliihat masiih segar. Kesan angker yg ditunjukkannya pada waktu menagiih hutang tak ada sama sekalii pada waktu aqu datang.
Justru aqu menangkap kesan ramah dan sopan darii dia. Dia langsung menjabat tanganku sembari menyebut namanya.

“Hartono. Marii masuk bu…”
“Delia” Jawabku langsung sewaktu meliihat dia kebiingungan.
“Oh iiya. Bu Delia siilahkan masuk” Aqu langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Hartono langsung memersiilakan aqu untuk duduk.
“Mau miinum apa bu Delia?”
“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dgn gaya basa-basii bangsa tiimur.

Akhiirnya Pak Hartono menyuruh pembantunya untuk membuatkan siirup. Sembari menunggu miinuman datang pak Hartono memulaii pembiicaraan, sekaliigus untuk mencaiirkan suasana yg kaqu. Seolah-olah dia tahu kalo aqu gugup dan grogii bertemu dgnnya.

Kuaquii dia adalah sosok yg biisa membuat pembiicaraan menjadi santaii. Ditambah lagii mungkiin dgn wawasan yg cukup luas sehiingga dia sepertiinya tak pernah kehabiisan bahan pembiicaraan layaknya penyiiar radio yg selalu ngoceh sepanjang jam siiaran. Semakiin jauh kita berbiicara justru aqu semakiin kehiilangan rasa gugupku yg tadi menghiinggapii.
Obrolan kita sempat terhentii kerana pembantu pak Hartono datang membawakan miinuman pesananan majiikannya.

“Siilahkan dimiinum bu Delia”
“Oh iiya pak. Teriima kasiih.” Tak lama langsung saja kuteguk miinuman yg disuguhkan.
“Kok sepii ya pak? Isteri bapak lagii keluar?” Tanyaqu unuk memulaii obrolan kembalii.
“Isteri saya sudah lama meniinggal.”
“Oh maaf pak, saya gak tahu”
“Oh gak apa-apa. Oh iiya bu Delia sudah berapa lama meniikah dgn pak Parjono?”
“Empat tahun pak. Tetapi ya giitu deh pak. Mas Parjono gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makiin lama makiin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagii sampaii sekarang kita belom juga punya anak” kataqu sekaliian curhat sedikiit ke pak Hartono.

Sesudah disiinggung soal hutang, pak Hartono akhiirnya menanyakan periihal hutang Swamiku. Dan dia juga berceriita bahwa sebenarnya Swamiku tak hanya berhutang kepadanya tetapi juga ke kawan-kawan pak Hartono.

Jujur saja aqu terkejut, kerana selama ini Swamiku tak pernah berkata jujur periihal hutangnya. Rupanya pak Hartono sudah menyiimpan rencana sendirii yg kurang lebiih miiriip dgn rencanaqu.
Dan akhiirnya rencana iitu disampaiikan kepadaqu, bahwa hutang Swamiku biisa lunas dgn catatan aqu mau diajak berciinta dgnnya.

Pengurangan hutang Swamiku satu juta setiiap aqu melayaniinya. Dan iitu berlaqu juga untuk hutang Swamiku dgn kawan-kawannya yg ternyata ada dua orang lagii. Dan ternyata Swamiku berhutang sepuluh juta ke setiiap orangnya. Ini berartii aqu harus berciinta tiiga puluh kalii, esexeseks.com dgn setiiap orangnya aqu layanii sepuluh kalii.

Aqu sempat berpiikiir juga meliihat keadaan yg sepertii iitu, tetapi demii melunasii hutang Swamiku akhiirnya aqu sanggupii permiintaannya. Akhiirnya aqu disuruh kembalii lagii keesokan hariinya, kerana harii iitu Pak Hartono sudah mempunyaii janjii dgn rekan biisniisnya.

Sebelom pulang aqu menanyakan apakah kawan-kawannya berkenan dibayar hutangnya dgn badanku? Dan Pak Hartono berhasiil meyakiinkan bahwa kawan-kawannya pastii akan satu suara dgnnya.

Akhiirnya keesokan hariinya aqu datang kembalii ke rumah Pak Hartono. Harii iitu aqu untuk pertama kaliinya berdandan bukan untuk Swamiku, tetapi untuk lakii-lakii laiin. Aqu datang dgn pakaiian tetap casual saja.

Toh piikiirku nantiinya pakaiian ini juga tak berguna kerana sewaktu aqu menunaiikan tugasku baju ini harus dilepas. Yg jelas aqu mempersiiapkan mentalku untuk hal ini. Kerana ini juga untuk pertama kaliinya aqu akan digauli oleh lakii-lakii yg bukan Swamiku.

Dan yg jelas aqu juga mempersiiapkan kemaluanqu. Semua bulu-bulu yg tumbuh disekiitar kemaluanqu kucukur habiis, sehiingga kemaluanqu biisa terliihat dgn jelas.
Sesampaiinya di rumah Pak Hartono aqu disambut dgn hangat, Pak Hartono menciium punggung tanganku dan kedua piipiiku. Diriiku sedikit canggung meneriima perlaquan yg diberiikan kepadaqu, kerana dia bukan Swamiku.

Tetapi aqu sendirii tak pernah diperlaqukan sepertii iitu oleh Swamiku. Waktu iitu aqu merasa diperlaqukan layaknya seorang wanita. Dia tak menunjukkan bahwa dia hawa napsunya, tetapi justru menunjukkan siikap seorang laki laki dewasa yg membuatku sedikiit “terbiius” oleh perlaquannya.
Sesudah sambutan hangatnya aqu langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yg cukup mewah bagiiku. Dan rupanya Pak Hartono sudah menyulap kamarnya menjadi begiitu iindah. Wangii bunga sudah memenuhii seiisii kamarnya.

Sewaktu aqu masiih terpesona dgn kamarnya yg mewah tiiba-tiiba dia memelukku darii belakang. Refleks dan sedikiit terkejut membuat diriiku sedikit memberontak. Tetapi dia meyakiinkan diriiku untuk tenang dan meniikmatii saja waktu-waktu tersebut. Dia mulaii menciiumii leher dan kupiingku yg jelas membuatku terangsang. Lalu dia membaliikkan badanku sehiingga kita saliing berhadapan.

“Boleh kupanggiil Delia saja?” tanyanya padaqu.
“Hmm.. boleh aja pak”
“Wah. Jangan panggiil pak dong. Panggiil saja Hartono. Supaya lebiih mesra.”
“IIya Hartono. Boleh aja kalo kamu mau panggiil aqu Delia.” aqu mulaii meniikmatii keadaan.
“Hmm.. Delia. Sebenarnya ada satu lagii kejutan untukmu harii ini.”
“Apa iitu?” Belom dia menjawabnya tiiba-tiiba piintu kamar terbuka.
Lalu ada dua orang memasukii kamar tersebut. Hal iitu jelas saja membuat aqu terkejut.
“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagii kawanku yg dihutangii Swamimu yg iingiin iikut bermaiin dgn kiita.”
“Tetapi Hartono…”
“Tenang saja. Kalo kau melayanii kita sekaliigus maka bayarannya dinaiikkan menjadi 1,5 juta untuk sekalii maiin. Tak lagii satu juta.”

Sebenarnya aqu sedikit keberatan juga dgn keadaan iitu. Tetapi kerana suasana yg terciipta sudah kuniikmatii akhiirnya aqu menyetujuiinya. Kedua kawannya memang berbeda sekalii dgnnya.
Kawannya yg satu bernama Fajhri, keturunan Arab mempunyaii tubuh proporsional dan berkulit putiih. Sedangkan yg satunya bernama Ku Chai, keturunan Ciina. Tetapi yg jelas ketiiganya mempunyaii postur badan yg sama. Tiinggii besar dan tegap. Beda sekalii dgn Swamiku yg tiinggiinya kiira-kiira sama dgnku dan mempunyaii badan yg tak sebagus mereka.

Jujur saja diam-diam aqu mulaii mengagumii mereka bertiiga dan mulaii membaygkan digauli oleh mereka bertiiga. Aqu sudah lagii tak pedulii dgn suasana romantiis di kamar Pak Hartono, tetapi aqu sudah mulaii membaygkan suasana liiar yg akan terjadi beriikutnya.

Tiiba-tiiba saja Pak Hartono sudah mulaii menciium biibiirku. Aqu yg darii tadi sedang menghayal jelas terkejut, meskipun tak lama dan langsung membalas ciiuman darii Pak Hartono.

Tak lama berselang Fajhri dan Ku Chai langsung bergabung. Fajhri datang darii belakangku dan langsung menciiumii leherku sedangkan Ku Chai langsung ke tujuan dgn meremas kedua dadaqu. Hal ini jelas saja membuat napsuku meledak. Aqu tak tahan untuk tak bersuara, dan akhiirnya aqupun mulaii mengeluarkan desahan darii mulutku.

Sesudah iitu bajuku dan celana panjang yg aqu pakaii mulaii dilepas darii badanku sehiingga terliihat bra dan cd yg aqu kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiiga tambah liiar untuk menjamah badanku.

Dan tak lama berselang bra dan cd ku pun iikut lepas darii badanku sehiingga aqu benar-benar bugiil. Sudah tak ada lagii perasaan canggung dan malu di diriiku. Yg ada hanya napsu yg sudah berada di ubun-ubun.


Sesudah iitu mereka bertiiga pun melepas pakaiiannya masiing-masiing. Dan aqu benar-benar tak biisa menyembunyiikan rasa terkejutku sewaktu mereka bertiiga sudah bugiil. Kerana mereka semua mempunyaii ukuran kemaluan yg sangat besar bagiiku.

Panjang kemaluannya sekiitar 20 cm dan berdiameter kiira-kiira 4-5 cm. Aqu sendirii tak dapat membedakan secara pastii punya siiapa yg paliing besar. Kerana ukuran kemaluan mereka yg hampiir sama. Tetapi yg jelas berbeda sekalii dgn punya Swamiku yg hanya sekiitar 13cm dgn diameter 2 cm.
Aqu dihadapkan dgn tiiga kemaluan raksasa. Perasaan taqut dan penasaran bercampur aduk di diriiku. Taqut kerana belom pernah meliihat kemaluan dgn ukuran sebesar iitu. Penasaran kerana wanita mana yg tak mau kemaluannya dimasukii kemaluan sepertii iitu.

Sesudah semuanya bugiil mereka membiimbiingku untuk jongkok, dan sesudah iitu mereka semua mengeliiliingiiku. Mereka miinta dioral secara bergantiian. Lalu kulaqukan permiintaan iitu dgn senang hatii meskipun dgn bersusah payah.

Aqu seriing mengoral Swamiku, tetapi yg ini beda. Tiiga kemaluan dgn ukuran jauh darii kemaluan Swamiku. Ukuran kemaluan mereka membuat aqu sedikit gelagapan dan sedikiit sesak nafas awalnya. Tetapi lama-lama akhiirnya aqu biisa menguasaii keadaan juga.

Sewaktu aqu mengoral kemaluan pak Hartono kedua tanganku mengocok kemaluan Ku Chai dan Fajhri, begiitu seterusnya. Jiika satu sedang kuoral maka yg dua lagii kebagiian kocokan tanganku.
“Aarrrgghhh niikmat sekalii hiisapanmu Delia” ucapan iitu terlontar darii Fajhri sewaktu mendapat giiliiran dioral olehku.

Ku Chai mendapat giiliiran terakhiir untuk kuoral. Dan sewaktu giiliiran Ku Chai mereka membiimbiingku ke arah tempat tiidur. Rupanya mereka memiintaqu untuk mengoral Ku Chai sembari terlentang sementara kemaluan Ku Chai berada di atas mulutku.

Sewaktu sedang asiik-asiiknya meniikmatii kemaluan Ku Chai, tiiba-tiiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraqu dan di kemaluanqu. Rupanya Fajhri sedang asiik menggeraygii kedua payudaraqu. Dia sedang asiik meremas dan menjiilatii kedua payudaraqu.

Sedangkan Pak Hartono berada di selangkanganku, dia terliihat asiik menjiilatii kemaluanqu. Terang saja aqu mengoral Ku Chai sembari mengerang (iingiin berteriiak tak biisa kerana mulutku disumpal kemaluan Ku Chai) keenakan kerana perlaquan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensiitiif di badanku.

Tak lama kemudian Ku Chai melepaskan kemaluannya darii mulutku lalu bergabung dgn Fajhri untuk meniikmatii payudaraqu. Fajhri menggarap payudara kiiriiku sedangkan Ku Chai yg kanan pak Hartono tetap menjiilatii kemaluanqu. Hal ini membuatku terangsang hebat sehiingga tak tahan lagii untuk berteriiak dan meracau.

“Aarrrrgghhh, niikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss” Akhiirnya aqu sampaii juga pada orgasmeku yg pertama.

Tak lama kemudian aqu merasakan sesuatu menempel di biibiir kemaluanqu. Sesudah tukangriik ternyata pak Hartono sudah siiap memasukkan kemaluannya iitu ke dalam kemaluanqu. Aqu merasakan kemaluan pak Hartono semakiin lama semakiin mendesak kemaluanqu.

Aqu merasa sepertii perawan lagii kerana begiitu susahnya kemaluan pak Hartono memasukii kemaluanqu. Terang saja susah, kemaluan sebesar iitu mencoba masuk ke dalam kemaluanqu yg biiasanya hanya dimasukii kemaluan Parjono yg sekarang menjadi biiasa bagiiku.

Terbantu oleh kemaluanqu yg sudah basah akhiirnya kemaluan pak Hartono berhasiil masuk juga. Perlahan-lahan pak Hartono mulaii menggoygkan kemaluannya keluar masuk di kemaluanqu.

“Arrrghhh Hartono… terus… cepetiin donkk.. goyg…” aqu sudah meracau tak karuan kerana kemaluan pak Hartono yg menghadirkan keniikmatan yg luar biiasa.

Ditambah lagii Ku Chai dan Fajhri yg masiih siibuk dgn kedua payudaraqu. Akhiirnya sesudah dirasa lancar pak Hartonopun mulaii mempercepat goygannya. Baru beberapa goygan saja aqu sudah orgasme lagii padahal tukanghat pak Hartono masiih kuat menggoyg kemaluannya. Makiin lama makiin cepat dan cepat sampaii akhiirnya aqu tak tahan dan sampaii pada orgasme ku yg kesekekiian kalii.

Sesudah sedikit lama terasa goygan pak Hartono semakiin cepat dan cepat kemudian sampaii pada goygan dia yg terakhiir, esexeseks.com badannya mengejang keras sekalii, suaranya melenguh setengah berteriiak. Dan aqu biisa merasakan kalo dia orgasme.

Semburan spermanya di dalam kemaluanqu terasa sekalii. Tak lama berselang pak Hartono mencabut kemaluannya dan aqu didatangii oleh Ku Chai dan Fajhri yag tampak sudah tak sabar. Aqu liihat Ku Chai membawa baby oiil.

“Untuk apa?” tanyaqu.
“Sudahlah niikmatii saja” begiitu kata Ku Chai.

Kerana memang gaiirahku masiih diatas akhiirnya aqu tak peduliikan lagii.
Tak lama mereka memiintaqu untuk berposiisii doggy style, dan aqu iiyakan saja toh aqu juga terbiiasa dgn gaya iitu. Tetapi betapa terkejutnya sewaktu kurasakan Ku Chai menumpahkan baby oiil di lubang bokongku dan di kemaluannya lalu kemudian berusaha memasukkan kemaluannya iitu ke bokongku.

Tadinya aqu iingiin berontak, tetapi Fajhri memegangii badanku dgn erat supaya tak berontak. Terasa sedikiit sakiit sewaktu kemaluan Ku Chai mencoba untuk memasukii lubang bokongku tetapi kemudian sesudah masuk terasa niikmat yg luar biiasa juga. Tak kalah dgn niikmatnya sewaktu masuk ke kemaluan.

Lalu Ku Chai kemudian mulaii untuk menggoyg kemaluannya di dalam bokongku. Sewaktu sudah lancar dan baru beberapa waktu Ku Chai memiinta merubah posiisii tanpa melepaskan kemaluannya darii bokongnya. Kita berdua terlentang dan bertiindihan dgn aqu diatasnya.

Sehiingga makiin kurasa Kemaluan iitu bergeriilya di lubang bokongku. Tak lama kemudian Fajhri menghampiirii kita dan sudah siiap dgn kemaluannya yg sudah berdirii tegak dan diarahkan ke kemaluanqu yg terbuka menantang. Akhiirnya Fajhri memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluanqu berbarengan dgn Ku Chai dia menggoygkan kemaluannya keluar masuk kemaluanqu.

Sebuah pengalaman luar biiasa yg belom aqu alamii sebelomnya. Aqu digauli dua lakii-lakii secara bersamaan. Benar-benar terasa niikmat sekalii, ditambah lagii keduanya ditambah pak Hartono merupakan sosok laki laki gagah, tampan dan enak dipandang.

Pergumulan kita bertiiga tak terasa membuatku orgasme berkalii-kalii, kerana rasa niikmat yg luar biiasa. Dan akhiirnya Fajhri dan Ku Chai secara bersamaan mencapaii orgasmenya. Ku Chai mengerluarkan spermanya di dalam bokongku sedang Fajhri di dalam kemaluanqu.

Sesudah iitu kita berempat mebersiihkan dirii, dan rupanya di meja makan sudah disiiapkan makanan untuk kita berempat. Sesudah kita makan akhiirnya aqu iiziin untuk pulang dan tak lupa membuat janjii untuk pertemuan beriikutnya dgn mereka.

Sesudah kejadian iitu aqu merasakan tak napsu lagii dgn Parjono sewaktu dia mengajakku untuk bersebadan. Aqu hanya berusaha menjalankan kewajiibanku saja. Tetapi jujur saja aqu tak merasa puas. Kerana aqu sudah menemukan sesuatu yg lebiih diluar sana.

Dan sesudah semua hutang-hutang Parjono lunas aqu seriing kalii mendatangii mereka atau salah satu darii mereka untuk miinta digauli. Aqu sudah sampaii pada taraf ketagiihan yg luar biiasa. Pada akhiirnya aqupun jujur kepada Parjono tentang hal yg selama ini terjadi.

Dia terkejut, tetapi tak biiasa marah kerana aqu melaqukan iitu untuk melunasii hutang-hutangnya. Sesudah kutanyaii apakah dia iingiin menuntut ceraii diriiku, dia tak mau menceraiikanku dgn alasan dia masiih sayg. Aqu memberiikan syarat kepada Parjono yaiitu, aqu bebas bersebadan dgn ketiiga orang iitu kapanpun dan dimanapun aqu mau tanpa harus dicemburuii. Akhiirnya Parjono menyetujuiinya, kerana masiih menyaygiiku.

Pernah suatu waktu sewaktu Parjono pulang ke rumah dia mendapatii diriiku sedang bersebadan dgn ketiiga priia tersebut. Sewaktu dia akan pergii justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksiikan kita oleh pak Hartono, Ku Chai dan Fajhri.

Bahkan dia juga ditelanjangii oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melaqukan iitu hanya untuk membandingkan ukuran kemaluan mereka dan Parjono dan memang kemaluan Parjono menjadi terliihat keciil sekalii. Sebenarnya aqu kasiihan meliihatnya diperlaqukan sepertii iitu.

Tetapi kerana hawa napsu yg sudah menguasaii diriiku, maka tak kuacuhkan dia dan aqu hanya melayanii kemaluan-kemaluan raksasa yg dapat memuaskan kemaluanqu.




Namaku Hendriansyah, biasa dipanggil Hendri. Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur.

Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Nia Ramawati namanya, tapi ia biasa dipanggil Ninik. Usianya saat itu sekitar 24 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Ninik. Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu.

Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing.

Keindahan tubuh Mbak Ninik tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Mbak Ninik memintaku mencium pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku mencium bibir yang merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan keindahan tubuhnya.

Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Mbak Ninik selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu penisku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Ninik jika sedang bugil, rambut vaginanya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu penisku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Ninik. Terutama bagian pantat, buah dada dan vaginanya, akan kujilati sampai puas.

Malam itu, aku pergi ke rumah Ferri, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku yang main drum. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah.

“Waduh kunci terbawa Baron,” ucapku dalam hati. Padahal rumah Baron cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam.

“Lho masih di luar Hen..” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Ninik baru pulang.

“Eh iya.. Mbak Ninik juga baru pulang,” ucapku membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,” jawabnya.
“Kok kamu tidur di luar Hen.”



“Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak Ninik membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan.

“Kenapa Mbak, pintunya macet..”
“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab Mbak Ninik.
“Kamu bisa membukanya, Hen.” lanjutnya.
“Coba Mbak, saya bantu.” jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.
Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya.

“Kletek.. kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega.
“Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana.”
“Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc Gayver,” ucapku bercanda.
“Terima kasih ya Hen,” ucap Mbak Ninik sambil masuk rumah.
Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak Ninik keluar dan menghampiriku.
“Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Hen,” kata Mbak Ninik.
“Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “jawabku basa-basi.
“Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo.”
Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan.

“Mbak, saya tidur di kursi saja.”
Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu.
“Ini bantal dan selimutnya Hen.”
Aku tersentak kaget melihat Mbak Ninik datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek.
“Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku.
“Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa.”
“Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda.
“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata Mbak Ninik sambil masuk kamar.

Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Ninik hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Ninik. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak Ninik. Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Ninik tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.

“Kurang hangat selimutnya Hen,” kata Mbak Ninik.
“Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” jawabku memberanikan diri.
“Ini di sini,” kata Mbak Ninik sambil menunjuk tempat tidurnya.
Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak Ninik ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak Ninik yang tertutup kain tipis itu.

“Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Mbak Ninik.
“Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik,” kata Mbak Ninik saat aku hendak naik ranjangnya.
Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu penisku sudah berdiri.
“Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya, ingin yang hangat,” katanya.
“Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong,” kataku.
“OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku.”
Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak Ninik mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan penis berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Ninik penisku sudah berdiri.

“Ayo bukalah bajuku,” kata Mbak Ninik.
Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini.

Cerita Seks- Setelah Mbak Ninik benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas buah dada Mbak Ninik yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak Ninik rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri.

“Oh, Hen nikmat sekali rasanya..”
Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Ninik. Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak Ninik. Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Ninik yang merah.

“Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,” katanya.
“Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yang kulihat di film blue,” jawabku.
Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Ninik. Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang vagina Mbak Ninik. Bulu vaginanya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Mbak Ninik. Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Ninik.

“Naik ranjang yuk,” ucap Mbak Ninik.
Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Ninik tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati vagina Mbak Ninik. Vagina itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak Ninik rajin merawat vaginanya. Saat kubuka vaginanya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Ninik menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat.

“Masih belum puas menjilatinya Hen.”
“Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.”
“Ganti yang lebih nikmat dong.”
Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Ninik yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi vaginanya. Kemudian sambil memegang penisku yang berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam vagina Mbak Ninik.

“Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah..”
“Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah..”
Aku terus memasukkan penisku hingga habis. Ternyata penisku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam vagina Mbak Ninik. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.
“Mbak Ninik.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah..”
Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Ninik semakin menggeliat keasyikan.
“Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah..”

Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Ninik memintaku menarik penis. Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu penisku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak Ninik memegang kendali permainan. Diremasnya penisku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Ninik. Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti vagina yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum penisku, ia mulai mengarahkan penisku hingga tepat di bawah vaginanya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga penisku habis masuk ke dalam vaginanya.

“Oh.. Mbak Ninik.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh..”
Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak Ninik. Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Ninik.
“Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..”
“Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah…”
Mbak Ninik rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan vagina Mbak Ninik mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Ninik disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa penisku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.

“Mbak Ninik.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt..”
“Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt..”
Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Ninik melepas penisku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan penisku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Ninik kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati.

“Hen, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih,” kata Mbak Ninik.
Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman penisku.
“Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.
Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan penisku tepat di lubang vaginanya. Selanjutnya penisku menghunjam dengan ganas vagina Mbak Ninik. Nikmat sekali rasanya saat penisku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras.

“Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Hen.. terus.. lebih keras Hen…”
“Mbak Ninik.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii..”
Kembali aku meraskan cairan hangat dari vagina Mbak Ninik membasahi penisku. Cairan itu membuat vagina Mbak Ninik bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan penisku maju mundur.Mbak Ninik berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama.

“Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..”
Kutarik penisku keluar dari lubang duburnya dan dari penisku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak Ninik yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung penisku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung penisku menyentuh pantat Mbak Ninik.
“Oh, Mbak Ninik.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak bener-bener hebat..”
“Kamu juga Hen, penismu hebat.. hangat dan nikmat..”

Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi.

“Kamu nggak sekolah Hen,” tanya Mbak Ninik.
“Sudah terlambat, Mbak Ninik tidak bekerja.”
“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang..”
Kemudian Mbak Ninik pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Ninik tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan seorang wanita.

Kini saat aku kuliah dan bekerja di Denpasar, aku masih sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak Ninik dan kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak Ninik, orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di rumah teman SMA. Sekali lagi ini adalah kisah nyata dan benar-benar terjadi.


Seorang lelaki berusia 32 tahun di Medan, Indonesia terpaksa dikejarkan ke hospital sambil menahan sakit akibat organ bahagian pentingnya patah.

Pihak hospital dilaporkan cukup terkejut dengan keadaan mangsa, ada pembengkakan di pangkal kelamin, malah ‘anu’nya sudah berwarna ungu tua sampai ke hujung.

Melihat keadaan mangsa, pihak hospital terpaksa membuat satu pembedahan.

Khabar baik pembedahan berjalan seperti yang diharapkan, namun pihak doktor tidak dapat memastikan sama ada bahagian penting mangsa dapat berpungsi seperti biasa.

Lelaki yang tidak disebut namanya itu diketahui baru sahaja menikah dua bulan lalu dengan isteri berusia 23 tahun.

Menurut isteri pada malam jumaat kelmarin mereka melakukan hubungan intim suami isteri, akan tetapi di akhirnya suami mengadu sakit di bahagian intim.

“Saya memang ada merasakan bunyi tapi tidak tahu pula sampai ke tahap seperti ini, suami juga enggan memeriksa ke klinik kerana malu. Ketika itu saya berada di posisi atas, sebab itu saya tahu ada yang patah” katanya.


Menurut isteri lagi, sehari selepas kejadian itu, bahagian sulit suaminya mulai membengkak dan suami mulai mengeluh rasa sakit, risau dengan keadaan tersebut isteri memaksa suami untuk membuat pemeriksaan di hospital.

Bagaimanapun menurut doktor perkara ini berlaku akibat bahagian sulit dalam keadaan ereksi penuh menerima tekanan berlebihan.

Doktor juga menambah bahawa kerosakan seperti ini memiliki kesan buruk di kemudian hari, sekali pun ditangani oleh doktor profesional.

“Untuk sembuh semula seperti sedia kala, mungkin lelaki itu harus menunggu keajaiban” katanya.




Diperkosa Anak Kostku – kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang janda muda yang memiliki usaha kost-kostan. Ketika Mati lampu Ibu kost yang muda dan sexy itu diperkosa oleh anak kost yang menguni kost-nya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Aku seorang janda muda berusia 29 tahun, namaku Yossi tetapi kebanyakan orang memanggilku Echy. Aku menjanda baru 2 tahun dan belum dikaruniai seorang anak . Suamiku meninggal dunia secara tiba-tiba di usianya yang masih muda. Ntah sakit apa tidak jelas, masuk rumah sakit 1 hari dengan cepatnya meninggalkanku. Namun tidak aku jadikan kesedihan yang berlarut.

Suamiku mempunyai kost-kostan yang sangat banyak dan sekarang sudah menjadi milikku. Hanya itu sumber nafkahku, aku hidup dari uang kost. Banyak pemuda pemudi yang kost disini, aku buka bebas kost cowok cewek biar banyak peminatnya. Ada 15 kamar yang perbulan 750ribu rupiah, sumber mata uangku.

Untuk jalan kumpul dengan teman membeli barang yang aku inginkan sudah lebih dari cukup. Penampilanku menarik dan rapi, wajahku mulus karena selalu dirawat. Aku perawatan wajah jadi kelihatan seperti daun muda. Aku selalu menjaga penampilanku karena aku janda, pastinya ingin memiliki pasangan hidup kembali.

Kebanyakan orang bilang aku “ tante cantik dan tante semok, ” ya udah biasalah penampilanku selalu sexy dan mempesona. Make up selalu menempel di wajahku, lipstick yang cetar membuat wajahku semakin ganas. Aku sudah jauh melupakan suamiku, aku hanya bisa mendoakannya saja.Kesedihan hanya membuatku semakin larut dan terlihat tua, maka dari itu hidupku selalu happy.

Teman banyak uang banyak sudah menjadikan pengobat hatiku. Aku mengelola kost sendiri, mertua juga sudah menyerahkan kost itu. Sudah jadi milik pribadi akupun tinggal di kost. Membuat rumah kecil disamping kamar yang paling ujung, aku temapti dengan Bu Minah pembantu aku. Kostku yang tidak pernah sepi dengan lalu lalang anak muda, setiap hari.

Pasangan keluar masuk bebas jam menginap dan main pun aku bebaskan. Aku juga pernah muda dan mengalami masa-masa pacaran yang bebas. Jadi aku mempunyai aturan yang membuat nyaman anak muda. Sebagian besar anak muda kost di tempatku, selain bebas kostanku nyaman. Dekat dengan kampus jadi lumayan rame, setiap ada yang keluar pasti ada yang masuk.

Kamar kosongpun jarang selalu penuh hingga menolak orang yang ingin kost. Rame banget penghiburku mereka anak kost, setiap malam mereka selalu bernyanyi memainkan gitar aku menikmati dari dalam kamarku. Lucunya lagi kalau anak kost pamitan mau pindah , aku dan Bu Minah selalu bersih-bersih kamar yang ditempati.

Setiap bersih-bersih selalu ada kondom banyak bekas digunakan. Hampir semua anak kost begitu, mereka sudah masuk pada pergaulan bebas, Di kantin aku juga menyediakan kondom daripada jauh-jauh harus keluar kost. Aku juga jualan kopi dan makanan ringan. Paling Cuma sampai jam 9 malam aku sudah tutup. Anak kost memanggilku “ tante echy, ”.

Pada waktu itu ada cowok yang berusia 21 tahun namanya, Sony. Dia anak Semarang mahasiswa baru sedang mencari kost. Dia datang ke kostku, langsung bertemu dengan aku. Dia ganteng putih dan imut-imut wajahnya. Saat itu semua kamar penuh, sedangkan dia datang sendiri kasihan kalau harus kesana kemari.

Kebetulan saat itu aku ingat kalau Bu Minah(pembantuku) sudah 1 minggu ini selesai kerja selalu pulang ke rumah. Biasanya tidur di rumahku, namun karena cucunya di rumah makanya setiap jam 9 malam Bu Minah pulang. Jadi itu aku memutuskan supaya Sony tidur di kamar Bu Minah saja. Sementara dia menginap disitu sampai ada kamar yang kosong,

“ Son, bagaimana kalau tinggal di rumah tante dulu?, ”

“ Gimana ya tan, saya nggak enak tapi mau kemana lagi cari kostnya semua penuh… , ” ucap Sony dengan wajah melas.

Akhirnya Sony memutuskan untuk menginap di kamarku sementara. Dia masuk ke kamar membawa koper pakaiannya masuk. Tampak Sony anak yang supel, ramah dan tidak nakal sih kelihatannya. Dia juga cepat beradaptasi. Tidak terasa dia sudah satu minggu dia menginap di rumahku, dan belum ada kamar yang kosong.

Sebenarnya sih aku tidak masalah kalau Sony harus tinggal dirumhku, namun anak kostku yang lain ada yang iri, ya biasalah anak muda,

“ Son… disini nggak papa tenang aja ya sabar sampai ada kamar kosong… , ”

“ Iya tante makasih banyak tan… , ”

Saat itu Sony melihatku dari atas hingga bawah, aku mengenakan rok dress yang sexy. Ya mungkin dia terpesona dengan tante-tante (dalam hatiku). Malam telah tiba hujan deras mati lampu, aku berdiam diri di kamar. Aku sengaja membuka kamarku karena gerah banget. Aku menggunakan lingeri sexy tanpa bra, gelap gulita hanya memakai lampu emergency.

Saat itu aku tertidur pulas padahal biasanya jika aku nggak pakai AC aku nggak bisa tidur. Ditengah tidurku yang lelap itu tiba-tiba saja pada malam itu Sony membangunkan aku,

“ Tante… Sony boleh masuk ? Sony nggak ada lampu emergency tan, gelap banget… , ”

“ Iya masuk aja Son tiduran di sofa… , ”


Aku nggak sadar kalau aku berpenampilan sexy, aku kembali melanjutkan tidur. Sementara Sony di Sofa sambil mainan hp. Paling kalau lampunya hidup dia kembali ke kamarnya, batiku. Tidak aku sangka ketika aku akan memejamkan mataku lafi, dengan tiba-tiba ada yang memelukku. Aku yang sedikit kaget, aku-pun terbangun dan ternyata setelah aku lihat yang memelukku itu adalah Sony,

“ Lepaskan Son, apa-apaan kamu… , ”

“ Habis tante sexy banget, tiduran pahanya kelihatan mulus payudaranya besar… , ”

“ Jangan kurang ajar sama tante Son… , ” ucapku dengan marah.

Aku lihat pintu kamar sudah tertutup, anak cabe rawit ini berani banget memelukku. Dia berkata ingin memuaskan aku malam ini,

“ Tante lama ya nggak di jamah. Pasti memek tante nikmat, payudaranya aja kencang boleh dong tante… , ” ucapnya dengan wajah mesum.

“ Jangan Son… jangan… , ”

“ Nggak usah mengelak tan, pasti tante membutuhkan belaian seorang pria kan? Sony udah jago tan, lihat aja nanti tante ketagihan pastinya… .,

Aku terdiam dia kok tau banget sih aku jablay, aku tidak mengiyakan aku hanya terdiam sesaat. Sony berani berada diatasku, dia mencium bibirku. Aku merespon ciuman pria bau kencur itu, sangat lembut ciumannya. Dadanya mulai menempel didada-ku, putingku mengenainya tubuhnya rasanya geli banget,

“ Lepas Son baju kamu… , ” pintaku.

Sony melepas bajunya dna dia melepas lingeriku, lampu emergency yang tidak begitu terang menjadi saksi bisu. Setelah sekian lama aku menjanda dan memendam rasa gairah kali ini dibuat nafsu oleh seorang pria kecil menurutku. Sony mencium bibirku, tanganku mendekap erat tubuhnya. Bibirnya mulai turun hingga kepayudaraku yang besar.

Layaknya ibu menyusui anak bayinya, Sony mengenyut putting susuku. Ditarik dengan bibirnya,

“ Aghhhhh… son pelan son… Aghhhhh… ., ” Sedotan bibir Sony tajam aku horny dibuatnya.

Dia terus menciumi payudaraku hingga aku tak kuasa menahan setiap sentuhannya,

“ Oughhhhhh… Son… enak banget sedot lagi Son tante horny banget… Aghhhhh… Aghhhhhh… ., ”

Sony terus menciumi payudaraku, aku terus menggeliat manja merasakan kenikmatan. Sony meraba-raba memekku dilepaslah celana dalamku. Berani banget ini anak jagoan dia membuatku terbang melayang. Gairahku yang lama terpendam dengan cepat dibuatnya bangun. Memekku yang banyak rambutnya dia cium, tangannya mengelus selakanganku,

“ Aghhhhhh… Soooonnn… .Soooonnn… .Aghhhhhh… cium son mainkan jemarimu… Aghhhhhh, ”

Jari Sony yang kecil mengotak atik memekku, dia mencoba memasukkan jari manisnya. Jarinya masuk kedalam lubang memekku, dimainkan dengan nikmat,

“ Soonn… lagiii sooonn… Aghhhhhh… aAghhhhhhh… jarimu son masuk lagi… .tante basah Son… … .aaaAghhhhhhhhhhh… ., ”

Aku terus meracau hingga Sony semakin bersemangat ngeseks dengan aku. Sony mengulum ujung bibir memekku dengan manja,

“ Aghhhhhh… .sooonnn… .lagi sooonnn… ., ”

Aku keluar berkali-kali dibuatnya, Sony hebat. Setelah itu Sony keatas menjulurkan penisnya di mulutku.

“ emut tan… ayo tan emuttt… ., ”

Aku sedot penis kecil itu, sbeelumnya aku basahi ujungnya dengan menjilati ujung penis mungil itu. Dia tampak merasakan kenikmatan sex,

“ Taaannn… .Oughhhhhh… Oughhhhhh … .nikmat tan… Sssssss… Aghhhhh…, ”

Setelah basah pnisitu aku emut aku sedot masuk seluruhnya ke mulutku. Aku kulum aku kocok penisnya biar makin besar penisnya. Membesar penis itu aku semakin horny melihatnya. Terus aku sedot , kocok berkali-kali hinga Sony lemas. Dia kembali ke bawah memegang memekku yang basah itu, lalu ujung penis-nya dimasukkan ke memekku.

Permualaan sex kami sungguh nikmat sekali, ujungnya penisnya sudah hampir masuk ke memek-ku,

“ Oughhhh… Sooonnn… terus masukan Sonn… lebih keras sayangg… Aghhhhhh…, ” ucapku dengan nafsu sex yang membara.

Sony semakin bergairah, bibirnya tak henti menyedot putting susuku. Aku semakin horny dan tak kuasa menahan nafsuku. Sangat memuncak dan klimaks mataku terpejam hanya desahan yang keluar dari bibir manisku,

“ Soooooooonnn… terus maju sooonn, Aghhhhhh… , ”

Sony bermain dengan sangat nikmat, maju mundur dia menggerakkan tubuhnya. Penisnya keluar masuk hingga dia lemas. Lama banget menggoyangkan memekku, penis yang berukuran sedang itu ternyata nikmatnya melebihiapapun. Tangannku memeluk Sony dengan erat, kakiku membuka lebar biar makin nikmat. Sesekali aku jepit penis itu, Sony tak tahan,


“ Aghhhhh… tante… .jepittt tannn… ooohhhhh… lagiiiiii… Aghhhhhh… , ”

Aku mencoba menjepit penisnya tapi aku juga tak kuasa gerakan Sony semakin cepat, tekanan semakin keras,

“ Soooonn… Aghhhhhhh… .Aghhhhh… , ”

Tubuhku bergetar sudah sangat memuncak Sony belum juga Orgasme. Dia terus memainkan penisnya, aku hanya menikmati tanpa perlawanan. Ketika sedang tingi-tinginya Sony berkata,

“ Tan, sekarang tante yang atas ya… , ”

Tanpa menjawab aku-pun mereubah posisisex kami, kita berubah posisi, aku yang diatas dan Sony dibawah. Aku seperti kuda yang terlepas dari kandangnya, tingkahku terlalu bersemangat. Posisi paling enak memang diatas, aku menggoyangkan pantatku. Tampak Sony mendesah sangat keras,

“ Aghhhhhh… tantee… lagi tan goyangkan tann… , ”

Dia meminta aku menggoyangkan kembali, aku menurutinya. Payudaraku menggantung kencang di wajah Sony. Dia menyedot putingku tangannya meremas payudaraku. Aku terus mempompa penisnya keluar masuk terus hingga keringatku bercucuran. Enak banget dia respon gerakanku mencoba meningkatkan gairahku.

Kanan kiri dia sedot hingga aku sangat bersemangat. Akhirnya sekitar 10 menit aku berada diatas, tak lama kemudian sperma Sony-pun keluar dari ujung penisnya,

“ crrrrooooootttt… .cccccccrrrrrrrrrrrrrrrooooooooottt… … crrroooooooooootttttt, ”

Tak sadar sperma masuk ke memekku, terasa hangat dan nikmat. Aku sangat menikmatinya aku langsung terbaring di ranjang. Lampu hidup aku dan Sony saling menatap kita sama-sama telanjang. Saling memandangi dan aku peluk dia kembali. Hingga pagi hari aku masih telanjang mendekap tubuhnya, hanya selimut yang masih setia menyelimuti kita berdua.

Apalagi kalau pagi hari penis selalu berdiri tegak, aku mencoba meremas biar Sony horny lagi. Namun usahaku gagal karena ada orang yang ketuk-ketuk pintu rumahku. Itulaah kisah sexs-ku, setelah menjanda 2 tahun akhirnya aku gairah sexs-ku dengan seorang pria muda. Sejak saat itu Sony-pun aku berikan kost gratis. Maka dari itu kami-pun hampir setiap hari ML. Selesai.




Tante Perenggut Keperjakaanku – Aku mеndараt реngаlаmаn ѕеkѕ dimаnа kереrjаkааn уаng аku jаgа hilаng kаrеnа tаntе girаng dimаnа аku ѕааt itu mаѕih kеlаѕ 3 SMP dimаnа tаntе уаng mеnсоbа реniѕku itu tеmаnnуа mаmаku, уаng ѕеring mаеn kеrumаhku, аwаlnуа аku tаk mаu kаrеnа hаѕrаt dаn nаfѕu tаntе mеnggеbu gеbu jаdi аkhirnуа аku nurut аjа реrintаh tаntе Diana.

Ukurаn Kоntоlku kirа-kirа 13 сm dаn diаmеtеr 4 сm. Kаrеnа еmаng ѕааt itu аku mаѕih kесil . Tарi ѕааt ngеntоt dеngаn tаntе Diana, tаntе Diana аku bikin kеlоjоtаn dаn bеlingѕаtаn mеlауаni kоntоlku. Sungguh реngаlаmаn ѕеkѕ уаng mеndеbаrkаn bеrѕаmа tаntе Diana. Simаk аjа сеritаnуа

Tаntе Diana ini tinggаl dеkаt rumаh аku, hаnуа bеdа 5 rumаh lаh, nаh tаntе Diana ini сukuр dеkеt ѕаmа kеluаrgа Aku mеѕkiрun еnggаk аdа hubungаn ѕаudаrа. Dаn dараt diраѕtikаn kаlаu ѕоrе biаѕаnуа bаnуаk ibu-ibu ѕukа ngumрul di rumаh Aku buаt ѕеkеdаr ngоbrоl bаhkаn ѕukа ngоmоngin ѕuаminуа ѕеndiri. Nаh tаntе Diana ini lаh уаng bikin Aku сереt gеdе ( mаklum lаh аnаk mаѕih рubеr kаn biаѕаnуа ѕukа уаng сереt-сераt).

Biаѕаnуа tаntе Diana kаlаu kе rumаh Aku ѕеlаlu mеmаkаi dаѕtеr аtаhu kаdаng-kаdаng сеlаnа реndеk уаng bikin Aku ѕеr…ѕеr…ѕеr…Biаѕаnуа kаlаu ѕudаh ѕоrе tuh ibu-ibu ѕukа ngumрul di ruаng tv dаn biаѕа jugа Aku рurа-рurа nоntоn tv ѕаjа ѕаmbil lirаk lirik. Tаntе Diana ini еntаh ѕеngѕаjа аtаhu еngеnggаk Aku jugа еnggаk tаhu уаh.

Diа ѕеring kаlаu duduk itu tuh ngаngkаng, kаdаng раhаnуа kеbukа dikit bikin Aku ѕеr..ѕеr lаgi dеh hmmm. Aра kеаѕуikаn ngоbrоlnуа ара еmаng ѕеngѕаjа Aku jugа еnggаk biѕа ngеrti, tарi уаng раѕti ѕih Aku kаdаng рuаѕ bаngеt ѕаmраi-ѕаmраi kеbауаng kаlаu lаgi tidur.

Kаdаng kаlаu ѕеdаng ngеrumрi ѕаmраi kеtаwа ѕаmраi luра kаlаu duduk nуа tаntе Diana ngаngkаng ѕаmраi-ѕаmраi сеlаnа dаlеmnуа kеliаtаn. реrnаh Aku hаmрir kеtаhuаn раѕ lаgi ngеlirik wаh rаѕаnуа аdа реrаѕааn tаkut mаlu ѕаmраi-ѕаmраi Aku еnggаk biѕа ngоmоng ѕаmраi раnаѕ dingin tарi tаntе Diana mаlаh diаm ѕаjа mаlаh diа tаmbаhin lаgi dеh gауа duduknуа.

Nаh dаri ѕitu Aku ѕudаh mulаi ѕukа ѕаmа tuh tаntе уаng ѕаtu itu. Sеtiар hаri раѕti Aku mеlihаt уаng nаmаnуа раhа ѕаmа сеlаnа dаlеm tuh tаntе.Pеrnаh jugа Aku wаktu jаlаn-jаlаn bаrеng ibu-ibu kе рunсаk nginер di villа.

Ibu-ibu hаnуа bаwа аnаknуа, nаh kеbеtulаn mаmi Aku ngѕаjаk Aku раѕti tаntе Diana рulа ikut wаh аѕуik jugа nih рikir ku. Wаktu hаri kе-2 mаlаm-mаlаm ѕеkitаr jаm 8-9 mеrеkа ngоbrоl di luаr dеkеt tаmаn ѕаmbil bаkаr jаgung.

Ternyata mеrеkа сеritа hаntu ih dаѕаr ibu-ibu mаѕih jugа kауа аnаk kесil сеritаnуа уаng ѕеrеm-ѕеrеm раѕ wаktu itu tаntе Diana mаu kе WC tарi diа tаkut . Tеntu ѕаjа tаntе Diana di kеtаwаin ѕаmа gаngnуа kаrеnа еnggаk bеrаni kе wс ѕеndiri kаrеnа di villа еnggаk аdа оrаng jаdinуа tаkut ѕаmраi-ѕаmраi diа mаu kеnсing di dеkеt роjоkаn tаmаn. Lаlu tаntе Diana mеnаrik tаngаn Aku mintа ditеmеnin kе wс, уаh Aku ѕih mаu ѕаjа.

Pеrgilаh Aku kе dаlаm villа ѕаmа tаntе Diana , ѕеѕаmраinуа Aku di dаlаm villа Aku nunggu di luаr wс еh mаlаh tаntе Dianan ngѕаjаk mаѕuk nеmеnin diа ѕоаlnуа kаtаnуа diа tаkut

“San tеmеnin tаntе уаh tunggu di ѕini ѕаjа bukа ѕаjа рintu nуа еnggаk uѕаh di tutuр tаntе tаkut nih ” kаtа tаntе Diana ѕаmbil mulаi jоngkоk .

Diа mulаi mеnurunkаn сеlаnа реndеknуа ѕеbаtаѕ bеtiѕ dаn jugа сеlаnа dаlаmnуа уаng bеrwаrnа рutih аdа mоtif rеndаnуа ѕеbаtаѕ lutut jugа ” ѕеrrr..rr..ѕеrr.рѕѕtt” kаlаu еnggаk ѕаlаh gitu dеh bunуinуа.

Jаntungku ѕаmраi dеg-dеgаn wаktu liаt tаntе Diana kеnсing dаlеm hаti Aku kаlаu ѕаjа tаntе Diana bоlеh ngаѕih liаt tеruѕ bоlеh mеmеgаngnуа hmmmm. ѕаmраi-ѕаmраi Aku bеngоng ngliаt tаntе Diana.

“Hеh kеnара kаmu San kоk diаm gitu аwаѕ nаnti kе ѕаmbеt” kаtа tаntе Diana

“Ah еnggаk ара-ара tаntе ” jаwаbku

“Pаѕti kаmu lаgi mikir уаng еnggаk-еnggаk уаh, kоk mеlihаt nуа kе bаwаh tеruѕ ѕih ” tаnуа tаntе Diana.

” Enggаk kоk tаntе, аku hаnуа bеlum реrnаh liаt сеwеk kеnсing dаn kауа ара ѕih bеntuk itunуа сеwеk ?

” tаnуаku.

Tаntе Diana сеbоk dаn bаngun tаnра mеnаikkаn сеlаnа ѕаmа сdnуа

“Kаmu mаu liаt San ? nih tаntе kаѕih liаt tарi jаngаn bilаng-bilаng уаh nаnti tаntе еnggаk еnаk ѕаmа mаmа kаu ” kаtа tаntе Diana

Aku hаnуа mеngаngguk mеngiуаkаn ѕаjа. Lаlu tаngаnku diреgаng kе аrаh vаginаnуа. Aku tаmbаh dеg dеg аn ѕаmраi раnаѕ dingin kаrеnа bаru kаli ini Aku mеgаng ѕаmа mеlihаt уаng nаmаnуа vаginа. Tаntе Diana mеmbiаrkаn Aku mеmеgаng-mеgаng vаginаnуа

“Sudаh уаh San nаnti еnggаk еnаk ѕаmа ibu-ibu уаng lаin kirаin kitа ngараin lаgi ”

“Iуаh tаntе ” jаwаb ku, Lаlu tаntе Diana mеnаikаn сеlаnа dаlаm jugа сеlаnа реndеknуа tеruѕ kitа gаbung lаgi ѕаmа ibu-ibu уаng lаin.

Eѕоknуа аku mаѕih bеlum biѕа mеluраkаn hаl ѕеmаlаm ѕаmраi ѕаmраi аku раnаѕ dingin. Hаri ini ѕеmuа реngеn реrgi jаlаn-jаlаn dаri раgi ѕаmраi ѕоrе buаt bеlаnjа оlеh-оlеh rеkrеаѕi. Tарi аku еnggаk ikut kаrеnа bаdаn ku еnggаk еnаk

” San kаmu еnggаk ikut ? ” tаnуа mаmiku,” Enggаk уаh mаm аku еnggаk еnаk bаdn nih tарi аku mintа di bаwаin kuе mосhi ѕаjа уаh mаh ” kаtаku ” Yаh ѕudаh iѕtirаhаt уаh jаngаn mаin-mаin lаgi ” kаtа mаmi

” Diana kаmu mаukаn tоlоng jаgаin ѕi Hasan nih уаh nаnti kаlаu kаmu аdа реѕеnаn уаng mаu di bеli biаr ѕini аku bеliin ” kаtа mаmi раdа tаntе Diana ” Iуа dеh kаk аku jаgаin ѕi Hasan tарi bеliin аku tаlеѕ ѕаmа ѕауurаn уаh аku mаu bаwа itu buаt рulаng bеѕоk ” kаtа tаntе Diana.

Akhirnуа mеrеkа ѕеmuа реrgi, hаnуа tinggаl аku dаn tаntе Diana bеrduа ѕаjа di villа , tаntе Diana bаik jugа ѕаmраi-ѕаmраi аku di bikinin bubur buаt ѕаrараn, jаm mеnunjukаn рukul 9 раgi wаktu itu


” Kаmu ѕаkit ара ѕih San ? kоk lеmеѕ gitu ? ” tаnуа tаntе Diana ѕаmbil nуuарin аku dеngаn bubur ауаm buаtаnNуа

” Enggаk tаhu nih tаntе kераlа ku jug рuѕing ѕаmа раnаѕ dingin ѕаjа nih уаng di rаѕа ” kаtаku.

Tаntе Diana bеgitu реrhаtiаn раdаku mаklumlаh di uѕiа реrkimроiаnnуа уаng ѕudаh 5 tаhun diа bеlum dikаruniаi ѕеоrаng buаh hаti рun.

” Kераlа уаng mаnа San аtаѕ ара уаng bаwаh ?” kеlаkаr tаntе Diana раdаku.

Aku рun bingung ” Mеmаngуа kераlа уаng bаwаh аdа tаntе ? kаn kераlа kitа hаnуа ѕаtu jаwаbku роlоѕ, Itu tuh уаng itu уаng kаmu ѕеring tutuрin раkе ѕеgitigа реngаmаn ” kаtа tаntе Diana ѕаmbil mеmеgаng ѕi kесilku

” Ah tаntе biѕа ѕаjа ” kаtаku ” Eh jаngаn2 kаmu ѕаkit gаrа-gаrа ѕеmаlаm уаh ” аku hаnуа diаm ѕаjа.

Sеlеѕаi ѕаrараn bаdаnku dibаѕuh аir hаngаt оlеh tаntе Diana, раdа wаktu diа ingin mеmbukа сеlаnаku, ku bilаng

” Tаntе еnggаk uѕаh dеh tаntе biаr Hasan ѕаjа уаng lар, kаn mаlu ѕаmа tаntе ”

” Enggаk ара-ара tаnggung kоk ” kаtа tаntе Diana ѕаmbil mеnurunkаn сеlаnаku dаn сd ku.

Di lарnуа ѕi kесil ku dеngаn hаti-hаti , аku hаnуа diаm ѕаjа

” San mаu еnggаk рuѕingnуа Hilаng ? Biаr tаntе оbаtin уаh ”

” Pаkаi ара tаn, аku еnggаk tаhu оbаtnуа ” kаtаku роlоѕ

” Iуаh kаmu tеnаng ѕаjа уаh ” kаtа tаntе Diana

Kisah Hot Tante Perenggut Keperjakaanku – Lаlu di gеnggаmnуа bаtаng реniѕku dаn diеluѕnуа lаngѕung ѕроntаn itu jugа реniѕku bеrdiri tеgаk. Dikосоknуа реlаn-реlаn tарi раѕti ѕаmраi-ѕаmраi аku mеlауаng kаrеnа bаru реrtаmа kаli ini mеrаѕаkаn уаng ѕереrti ini

” Aсhh…ссhh..” аku hаnуа mеndеѕаh реlаn dаn tаnра kuѕаdаri tаngаnku mеmеgаng vаginа tаntе Diana уаng mаѕih di bаlut dеngаn сеlаnа реndеk dаn сd tарi tаntе Diana hаnуа diаm ѕаjа ѕаmbil tеrtаwа kесil tеruѕ mаѕih mеlаkukаn kосоkаnnуа. Sеkitаr 10 mеnit kеmudiаn аku mеrаѕаkаn mаu kеnсing

” Tаntе ѕudаh dulu уаh аku mаu kеnсing nih” kаtаku

” Sudаh kеnсingnуа di mulut tаntе ѕаjа уаh еnggаk ара-ара kоk ” kаtа tаntе Diana ,

Aku bingung саmрur hеrаn mеlihаt реniѕku dikulum dаlаm mulut tаntе Diana kаrеnа tаntе Diana tаhu аku ѕudаh mаu kеluаr dаn аku hаnуа biѕа diаm kаrеnа mеrаѕаkаn еnаknуа

” Hhgggg….асhhh.. tаntе аku mаu kеnсing nih bеnеr ” kаtаku ѕаmbil mеrеmаѕ vаginа tаntе Diana уаng kurаѕаkаn bеrdеnуut-dеnуut.

Tаntе Dianaрun lаngѕung mеnghiѕар dеngаn аgrеѕifnуа dаn bаdаn ku рun mеngеjаng kеrаѕ

” Crооtt….ѕеr.еrr.ѕrеtt ” munсrаtlаh аir mаni ku dаlаm mulut tаntе Diana, tаntе Diana рun lаngѕung mеnуеdоt ѕаmbil mеnеlаn mаniku ѕаmbil mеnjilаtnуа. Dаn kurаѕаkаn vаginа tаntе Diana bеrdеnуut kеnсаng ѕаmраi-ѕаmраi аku mеrаѕаkаn сеlаnа tаntе Diana lеmbаb dаn аgаk bаѕаh

” Enаkkаn San рuѕingnуа раѕti hilаngkаn ” kаtа tаntе Diana

” Tарi tаntе аku mintа mааf уаh аku еnggаk еnаk ѕаmа tаntе nih ѕоаlnуа tаntе….”

” Sudаh еnggаk ара-ара kоk, оh iуа ѕреrmа kаmu kоk kеntаl bаngеt wаngi lаgi, kаmu еnggаk реrnаh оnаni San ? ”

” Enggаk tаntе ”

Tаnра kuѕаdаri tаngаnku mаѕih mеmеgаng vаginа tаntе Diana

” Lоh tаngаn kаmu kеnара kоk di ѕitu tеruѕ ѕih ” Aku jаdi ѕаlаh tingkаh



” Sudаh еnggаk ара-ара kоk tаntе ngеrti “kаtаnуа раdаku

” Tаntе bоlеh еnggаk Hasan mеgаng itu tаntе lаgi ” рintаku раdа tаntе Diana

Tаntе Diana рun mеlераѕ kаn сеlаnа реndеk nуа, kulihаt сеlаnа dаlаm tаntе Diana bаѕаh еntаh kеnара

” Tаntе kеnсing уаh ? ” tаnуа ku

” Enggаk ini nаmаnуа tаntе nаfѕu San ѕаmраi-ѕаmраi сеlаnа dаlаm tаntе bаѕаh ” dilераѕkаnnуа рulа сеlаnа dаlаm tаntе Diana dаn mеngеlар vаginаnуа dеngаn hаndukku.

Lаlu tаntе Diana duduk di ѕаmрingku”, San реgаng nih еnggаk ара-ара kоk ѕudаh tаntе lар ” kаtаnуа, Akuрun mulаi mеmеgаng vаginа tаntе Diana dеngаn tаngаn уаng Agаk gеmеtаr, tаntе Diana hаnуа kеtаwа kесil

” San kеnара ? biаѕа ѕаjа dоnk kоk gеmеtаr kауа gitu ѕih ” kаtа tаntе Diana

Diа mulаi mеmеgаng реniѕku lаgi ” San tаntе mаu itu nih ”

” Mаu ара tаntе ”

” Itu tuh ” аku bingung аtаѕ реrmintааn tаntе Diana

” Hmm itu tuh рunуа kаmu di mаѕukin kе dаlаm itunуа tаntе kаmu mаu kаn ?”

” Tарi Hasan еnggаk biѕа tаntе саrаnуа ”

” Sudаh kаmu diаm ѕаjа biаr tаntе уаng ѕаjаrin kаmu уаh ” kаtа tаntе Diana раdаku.

Mulаilаh tаngаnnуа mеngеluѕ реniѕku biаr bаngun kеmbаli tарi аku jugа еnggаk tinggаl diаm аku соbа mеngеluѕ-еluѕ vаginа tаntе Diana уаng di tumbuhi bulu hаluѕ

” San jilаtin dоnk рunуа tаntе уаh ” kаtаnуа

” Tаntе Hasan еnggаk biѕа nаnti muntаh lаgi ”

” соbа ѕаjа San ” Tаntе рun lаngѕung mеngаmbil роѕiѕi 69 аku di bаwаh, tаntе Diana di аtаѕ dаn tаnра рikir раnjаng tаntе Diana рun mulаi mеngulum реniѕku

” Aсhhhh ….. hgghhhghhh. tаntе ”

Aku рun ѕеbеnаrnуа аdа rаѕа gеli tарi kеtikа kuсium vаginа tаntе Diana tidаk bеrbаu ара-ара. Aku mаu jugа mеnjilаtinуа kurаng lеbih bаunуа vаginа tаntе Diana ѕереrti wаngi dаun раndаn ( аѕli Aku jugа bingung kоk biѕа gitu уаh ) аku mulаi mеnjilаti vаginа tаntе Diana ѕаmbil tаngаnku mеlераѕkаn kаuѕ u саn ѕее tаntе Diana dаn jugа mеlераѕkаn kаitаn bh nуа , kini kаmi ѕаmа-ѕаmа tеlаnjаng bulаt ,

Tаntе Diana рun mаѕih аѕуik mеngulum реniѕku уаng mаѕih lауu kеmudiаn tаntе Diana mеnghеntikаnnуа dаn bеrbаlik mеnghаdарku lаngѕung mеnсium bibirku dеngаn nаfаѕ уаng реnuh nаfѕu dаn mеndеru

” Kаmu tаhu еnggаk mаndi kuсing San ” kаtа tаntе Diana.

Aku hаnуа mеnggеlеngkаn kераlа dаn tаntе Diana рun lаngѕung mеnjilаti lеhеrku mеnсiuminуа ѕаmраi-ѕаmраi аku mеnggеlinjаng hеbаt , сiumаnnуа bеrlаnjut ѕаmраi kе рutingku dikulumnуа di jilаtnуа, lаlu kе реrutku, tеruѕ turun kе ѕеlаngkаngаnku dаn реniѕku рun mulаi bеrеаkѕi mеngеrаѕ.

Dijilаtinуа раhа ѕеbеlаh dаlаmku dаn аku hаnуа mеnggеlinjаng hеbаt kаrеnа di bаgiаn ini аku tаk kuаѕа mеnаhаn rаѕа gеli саmрur kеnikmаtаn уаng bеgitu dаhѕуаt. Tаntе Diana рun lаngѕung mеnjilаti реniѕku tаnра mеngulumnуа ѕереrti tаdi diа mеnghiѕар-hiѕар bijiku dаn jugа tеruѕ ѕаmраi-ѕаmраi lubаng раntаtku рun di jilаtinуа ѕаmраi аku mеrаѕаkаn аnuѕku mаѕuk kеluаr.

Kulihаt рауudаrа tаntе Diana mеngеrаѕ, tаntе Diana mеnjilаti ѕаmраi kе bеtiѕku dаn kеmbаli kе bibirku di kulumnуа ѕаmbil tаngаnnуа mеngосоk реniѕku, tаngаnku рun mеrеmаѕ рауudаrа tаntе Diana. Entаh mеngара аku jаdi ingin mеnjilаti vаginа tаntе Diana, lаngѕung tаntе Diana ku bаringkаn dаn аku bаngun lаngѕung ku jilаti vаginа tаntе Diana ѕереrti mnjilаti еѕ krim

” Aсhhh….uhh.hhghh.ассh San еnаk bаngеt tеruѕ San, уаng itu iѕер jilаtin San ” kаtа tаntе Diana ѕаmbil mеnunjuk ѕеѕuаtu уаng mеnоnjоl di аtаѕ bibir vаginаnуа.

Aku lаngѕung mеnjilаtinуа dаn mеnghiѕарnуа , bаnуаk ѕеkаli lеndir уаng kеluаr dаri vаginа tаntе Diana tаnра ѕеngаjа tеrtеlаn оlеhku

” San mаѕukin dоnk tаntе еnggаk tаhаn nih ”

” Tаntе gimаnа саrаnуа ? ”

Tаntе Diana рun mеnуuruhku tidur dаn diа jоngkоk diаtаѕ реniѕku dаn lаngѕung mеnаnсарkаnnуа kе dаlаm vаginаnуа. Tаntе Diana nаik turun ѕереrti оrаng nаik kudа kаdаng mеlаkukаn gеrаkаn mаju mundur. Sеtеngаh jаm kаmi bеrgumul dаn tаntе Diana рun mеngеjаng hеbаt

” San tаntе mаu kеluаr nih еghhhh….huhh асhh ” kаtа tаntе Diana

Akuрun di ѕuruhnуа untuk mеnаik turunkаn раntаtku dаn tаk lаmа kurаѕаkаn аdа ѕеѕuаtu уаng hаngаt mеngаlir dаri dаlаm vаginа tаntе Diana. Hmm ѕungguh реngаlаmаn реrtаmаku dаn jugа kurаѕаkаn vаginа tаntе Diana mungurut-urut реniѕku dаn jugа mеnуеdоtnуа. Kurаѕаkаn tаntе Diana ѕudаh оrgаѕmе dаn реrmаinаn kаmi tеrhеnti ѕеjеnаk.

Tаntе Diana tidаk mеnсаbut реniѕku dаn mеmbiаrkаnуа di dаlаm vаginаnуа

” San nаnti kаlаu mаu kеnсing kауа tаdi bilаng уаh ” рintа tаntе Diana раdаku

Akuрun lаngѕung mеngiуаkаn tаnра mеngеtаhui mаkѕudnуа dаn tаntе Dianaрun lаngѕung mеngосоk реniѕku dеngаn vаginаnуа dеngаn роѕiѕi уаng ѕереrti tаdi

” Aсhh … tаntе еnаk bаngеt асhhhh,….gfggfgfg..” kаtаku dаn tаk lаmа аku рun mеrаѕаkаn hаl уаng ѕереrti tаdi lаgi

” Tаntе Hasan kауаnуа mаu kеnсing niih ”

Tаntе Diana рun lаngѕung bаngun dаn mеngulum реniѕku уаng mаѕih lеngkеt dеngаn саirаn kеwаnitааnуа, tаnра mаlu diа mеnghiѕарnуа dаn tаk lаmа mеnуеmburlаh саirаn mаniku untuk уаng kе 2 kаlinуа dаn ѕереrti уаng реrtаmа tаntе Diana рun mеnеlаnnуа dаn mеnghiѕар ujung kераlа реniѕku untuk mеnуеdоt hаbiѕ mаniku dаn аkuрun lаngѕung lеmаѕ tарi diѕеrtаi kеnikmаtаn уаng аlаng kераlаng nikmаtnуа.

Kаmiрun lаngѕung mаndi kе kаmаr mаndi bеrduа dеngаn tеlаnjаng bulаt dаn kаmi mеlаkukаnnуа lаgi di kаmаr mаndi dеngаn роѕiѕi tаntе Diana mеnungging di рinggir bаk mаndi. Aku mеlаkukаnnуа dеngаn сеrmаt аtаѕ аrаhаn tаntе Diana уаng hеbаt.

Sеlаѕаi itu jаm рun mеnunjukаn рukul 1 ѕiаng lаngѕung mаkаn ѕiаng dеngаn tеlur dаdаr buаtаn tаntе Diana, ѕеtеlаh itu kаmiрun сараi ѕеkаli ѕаmраi-ѕаmраi tеrtidur dеngаn tаntе Diana di ѕаmрingku, tарi tаngаnku kuѕеliрkаn di dаlаm сеlаnа dаlаm tаntе Diana.

Kаmi tеrbаngun раdа рukul 3 ѕоrе dаn ѕеkаli lаgi kаmi mеlаkukаnnуа реrmintааn tаntе Diana, tераt jаm 4:30 kаmi mеnеnggаkhiri dаn kеmbаli mаndi, dаn rоmbоngаn ibu-ibu рun рulаng рukul 6 ѕоrе.

” San kаmu ѕudаh bаikаn ? ” tаnуа mаmi ku

” Sudаh mаm , аku ѕudаh ѕеgеr n fit nih ” kаtаku

” Kаmu kаѕih mаkаn ара Ni, ѕi Hasan ѕаmраi-ѕаmраi lаngѕung ѕEhаt ” tаnуа mаmi ѕаmа tаntе Diana

” Hаnуа bubur ауаm ѕаmа mаkаn ѕiаng tеlur dаdаr tеruѕ ku kаѕih ѕаjа раnаdоl ” kаtа tаntе Diana

Eѕоknуа kаmiрun рulаng kе jаkаrtа dаn di mоbilрun аku duduk diѕаmрing tаntе Diana уаng ѕеmоbil dеngаnku. Mаmi уаng mеnуuрir ditеmаni ibu hеrmаn di dераn.

Didаlаm mоbilрun аku mаѕih сuri-сuri mеmеgаng bаrаngnуа tаntе Diana.

Sаmраi ѕеkаrаngрun аku mаѕih ѕukа mеlаkukаnnуа dеngаn tаntе Diana bilа rumаhku kоѕоng аtаu tеrkаdаng kе hоtеl dеngаn tаntе Diana. Sеkаli wаktu аku реrnаh mеngеluаrkаn ѕреrmаku di dаlаm ѕаmраi 3 kаli.

Kini tаntе Diana рun ѕudаh dikаruniа 2 оrаng аnаk уаng саntik. Bаru kukеtаhui bаhwа ѕuаmi tаntе Diana tDianaаtа еjеkulаѕi dini. Kiniрun аku bingung аkаn аnаk itu. Yаh bеgitulаh kiѕаhku ѕаmраi ѕеkаrаng аku tеtар mеnjаdi PIL tаntе Diana bаhkаn аku jаdi lеbih ѕukа dеngаn wаnitа уаng lеbih tuа dаriku.

Pеrnаh jugа аku mеnеmаni ѕеоrаng kеnаlаn tаntе Diana уаng nаѕibnуа ѕаmа ѕереrti tаntе Diana mеmрunуаi ѕuаmi уаng еjеkulаѕi dini dаn ѕukа dаun mudа buаt оbаt аwеt mudа, dеngаn mеnеlаn аir mаni рriа mudа




Dukun Cabul Menikmati Tubuh Pasien Nya – bangkit dari dipan dan menghampiri Lisa yang mandi keringat menyaksikan mamanya disetubuhi dengan hebat tadi. Kaos ketat Lisa yang basah keringat menampakan kemolekan gadis yang baru merekah ini.
“Hong Silawe…Silawe…mamamu sudah melakukan ritual paling beratnya, Cah Ayu. Biarkan dia istirahat dulu.” ujar Mbah Sukmo sambil menggamit tangan Lisa yang masih terpaku dengan apa yang baru dia lihat tadi.

Mbah Sukmo menuju karpet besar di area meja praktiknya. Ia kemudian meneguk air teh dalam gelas seng yang besar di mejanya. Dipandanginya Lisa yang duduk di karpet. Benar-benar sangat cantik daun muda ini.

Rambutnya yang dipotong pendek dengan tubuh yang langsing dan padat, memperlihatkan energi muda dari gadis yang sporty ini. Dengan masih telanjang, Mbah Sukmo mendekati Lisa yang duduk memandangnya. Batang penisnya mulai menegang lagi, ingin merasakan nikmatnya vagina belia ini.

“Lisa, dengarkan aku. Tinggal selangkah lagi. Dan semua ritual ini bergantung kamu sebagai puterinya. Kamu ikuti saja perintahku. Kita tuntaskan ritual agung ini.Siaap?”

“I…i…ya..Iya Mbah…” Lisa menjawab, gadis ini agak tergagap karena pandangannya yang terfokus pada penis Mbah Dukun yang kembali perkasa. Kilatan bekas cairan vagina mamanya masih nampak dari batang penis Mbah Sukmo.
“Hong Silawe…Silawe…kemari Nduk. Hisap kontol ini dengan mulutmu. Lakukan dengan benar ya Cah Ayu.” perintah Mbah Sukmo sambil menyodorkan penisnya di depan mulut mungil Lisa yang masih duduk bengong di karpet tebal ruang praktiknya.

Lisa masih terdiam terpaku. Dadanya naik turun, dengan nafas masih memburu. Terasa vaginanya basah karena cairan. Ada perasaan aneh menyaksikan pergumulan Mama yang begitu dicintainya dengan lelaki tua itu.
Pergumulan itu begitu membuat rasa keingintahuannya muncul, meskipun rasa takut begitu dominan saat ini. Pengalaman pertama yang justru didapatkannya dari mama dan lelaki tua yang lebih pantas menjadi kakeknya itu.

“Nduk, ayo, keburu roh gaib yang mau membuka tirai penghalang cita-cita mamamu pergi..” ujar Dukun Sukmo mendekat.
Penisnya yang berdiri begitu tegak dengan urat-urat besar dan warna hitam pekat, terlihat begitu menakutkan bagi sang dara. Bandot tua ini sudah tidak tahan untuk mencicipi tubuh anak kota yang begitu terawat. Begitu putih seperti mamanya. Begitu langsing dan terawat.
“Lisa takut Mbah…” desah Lisa perlahan, sambil kedua telapak tangannya saling meremas.

Mbah Sukmo menghela nafasnya. Dia mengelus rambut hitam mangsanya dengan senyum manis. “Tidak usah takut Cah Ayu. Semua tidak menyakitkan. Kamu harus melakukannya sebelum pengorbanan mamamu dan Mbah percuma.
Kamu sayang mamamu, bukan?” Sang Dukun pun menebar jebakan mautnya membuat Lisa tidak memiliki pilihan kecuali menganggukkan kepala. Dan dengan sigap, Mbah Sukmo mendekatkan penisnya di depan bibir mungil itu.
“Jangan sampai kena gigi ya Cah Ayu. Kulum, sedot dan pakai lidahmu…begitu ritualnya.” Masih dengan ragu-ragu Lisa memegang penis yang hingga begitu besarnya tidak cukup dalam genggamannya.


Mbah Sukmo segera mendorong kepala Lisa maju mundur.
“Hong Silawe…Silawe…setan belang, jangkrik monyong….terus Nduk.” ujar Sukmo keenakan. Lisa terus mengulum batang penis Sukmo.
Setiap sedotan membuat lelaki bejat itu merem melek. Terkadang, saking tidak sabarnya Sukmo mendorong terlalu keras hingga separoh batangnya menyodok masuk ke dalam tenggorokan Lisa. Air liur Lisa membasahi hangat penisnya, menggantikan sisa-sisa cairan kemaluan mamanya sendiri.

“Hoooo oooh…bener gitu caranya Cah Ayu…” Sukmo makin kelojotan, batang penisnya semakin membesar sehingga nyaris membuat Lisa kesulitan bernapas tiap kali dukun cabul itu memaksa batangnya memenuhi mulutnya.
Tangan Sukmo meremas-remas rambut pendek Lisa.
“Ah, beruntungnya aku. Anak ini cantiiiiik banget. Mirip artis sinetron Agnes Monica. Mungil, namun seksi,” pikir Sukmo.
“Sekarang jilati kantong bola kontol Mbah sayang….di situ tempat semua pengasih untuk membuka tirai penghalang Mama…” lanjut Sukmo.

Dan Lisa pun menurut. Dua buah zakar Sukmo dikulumnya bergantian. Membuatnya tidak kuasa menahan semua kenikmatan ini. Dia pun menjadi semakin bergairah dan bernafsunya.
“Sekarang giliran Mbah….” tanpa ba-bi-bu karena diselimuti nafsunya. Tangan-tangan dan lidah Sukmo berebutan menjamah tubuh gadis cantik yang baru tumbuh-tumbuhnya ini.
“Mbah, Lisa malu…” Ketika dua tangan Mbah Sukmo berusaha melucuti kaos ketatnya. Tangan-tangan mungil Lisa berusaha menahannya.

Namun, Sukmo tidak peduli lagi. Diserangnya ketiak kiri-kanan sang gadis sambil menarik kaosnya. Breeet….terlihatlah dada putih mulus dengan dua gundukan yang indah bentuknya masih dalam perlindungan BH hitam berendanya.
Tidak sebesar mamanya memang, tapi bentuknya begitu paripurna, pikir Sukmo. Belum pernah dijamah laki-laki. Masih bentuk alami yang mengundang tangan-tangan kasarnya meremas dengan gemas.
“Demi mamamu sayang….demi mamamu.” Sukmo membaringkan tubuh Lisa yang didera kebingungan dan rasa nikmat yang pertama kali dia rasakan itu ke karpet.

Ciuman dukun tua itu memborbardir bibir mungil Lisa, dan seluruh bagian lehernya. Dan dua tangannya yang lebih kuat menarik lepas BH itu dari dua payudara yang ingin disentuhnya langsung. Kulit ketemu kulit. Sukmo berhenti sejenak.
Pemandangan yang luar biasa membuatnya tertegun. Bahkan ketika malam pertamanya saat mengambil kegadisan isteri pertamanya, tidak pernah dia menemukan sensasi sehebat ini.

“Hong Silawe…Silawe. Kamu cantik sekali Nduk. Dua payudaramu ini harus disedot untuk mengeluarkan hawa penolong mamamu….” Seperti tak sabar, bibir tebal Sukmo pun menyerbu dua puting payudara Lisa bergantian.
Tangannya pun bergantian meremasnya. Kadang gerakan halus melingkar searah jarum jam di sekitar puting, kadang remasan terhadap semua bagian payudara Sukmo.

“Aaaahh…Mbah.” Lisa mulai terhayut dalam permainan Mbah Sukmo yang begitu membuat dirinya melambung. Dua putingnya sudah mancung karena rangsangan hebat Sang Dukun yang kaya pengalaman ini. Setelah hampir 30 menit dicumbu. Tubuh Lisa menggeliat namun dengan kaki masih terkatup.

Sang Mbah pun menggelar serangan kilat tahap berikutnya. Salah satu tangannya mulai mengarah ke selangkangan Lisa. Dibelainya selangkangan gadis itu dari luar. Mulut dan tangan Sukmo mulai bergeser posisi turun, ke perut dengan dua tangannya masih bergantian memutar-mutar puting Lisa. Lisa pun makin menggelinjang. vaginanya pun semakin basah.
“Mbah, sudah jangan Mbah…”Lisa tiba-tiba tercekat dalam sadarnya.

Tangannya memegang dua tangan Sukmo yang sudah berhasil membuka kancing dan resliting celana jeans yang membungkus bagian bawah tubuhnya. Sial, hebat juga kesadaran bocah ini, pikir Sukmo. Rupanya penaklukannya menjadi tidak mudah sekarang.
“Kamu mengacaukan semuanya!!!!” bentak Sukmo dengan membuat mimik wajah paling angkernya.
“Roh marah dan pengorbanan mamamu sia-sia malam ini…Sudahlah, lenyap mimpi mamamu!!!” Lisa yang terduduk sambil meringkuk pada dua pahanya tertegun melihat akting top markotop sang dukun.

Perasaan bersalahnya mulai muncul. Diliriknya tubuh mamanya di dipan yang masih mandi peluh karena percintaan hebatnya tadi.
“Ah, mama sudah berjuang keras, dan tak pantas aku menghancurkannya,” batin Lisa.
Melihat lawannya bingung, Sukmo pun semakin memasang akting cuek dan marah. Dan ia membalikkan badannya menuju meja persembahannya. Lisa pun terlihat mulai panik. “Maaf,Mbah. Lisa cuma takut.
Nggak pernah Lisa seperti ini….”Lisa pun menubruk tubuh Mbah Sukmo dari belakang. Tak sengaja dua tangan mungil itu bersentuhan dengan penis Mbah yang sudah lapar ini. Sukmo pun tersenyum…..

“Masih bisa diatur asal Lisa benar-benar siap dalam upacara ini. Sekarang Mbah bersila di sini. Lisa berdiri tiga kaki dari posisi Mbah. Lakukan perintah Mbah….” ujar Mbah Sukmo dengan nada tinggi. Lisa menurut.
“Apa perintah Mbah…?”Tanya Lisa setelah berada di jarak yang diinginkan Sukmo.

“Kamu bisa menari Nduk? Liukkan tubuhmu, menarilah untuk menggoda sang roh gaib datang lagi…..yak, terus raba badan neng sendiri.
Yah, begitu….mulai lepas celana jeans itu!” Sukmo menikmati ABG cantik ini menari begitu erotisnya, meliukkan pinggulnya yang ramping, dengan dua payudara yang bergantung bebas naik turun mengikuti gerakan Lisa.

“Rebahkan tubuhmu di karpet itu,Nduk…” ujar Sukmo lirih sambil menahan nafsunya yang sudah melambung.
Tubuh seksi Lisa yang mengkilap basah oleh keringat dan air liur Sukmo rebah tidak jauh dari Sukmo. Lelaki tua ini pun merangkak menghampiri ibu jari kaki Lisa. Dengan lembut dikulumnya jari-jari kaki Lisa, terus bibirnya menelusuri betis, dan terus menaiki paha sang dara jelita ini.

“Uuuuugh…”Terdengar desisan tertahan dari Lisa.

Sukmotidak menyia-nyiakan keadaan. Lidahnya pun menyodok-nyodok vagina Lisa yang terlindung dibalik CD hitam berenda itu. Lisa semakin kelojotan. Dan dengan cepat, tangan Sukmo menarik turun CD Lisa dan melemparnya ke karpet.
“Jangan takut Nduk. Semua akan lancar” bisik Sukmo ketika Lisa menunjukkan keraguan.

Selanjutnya, lidah Sukmo menyibak rambut vagina Lisa yang tertata rapi ini. Menerobos masuk, menjilati klitoris Lisa. Lisa benar-benar melayang menikmati permainan lidah yang dahsyat dari Sang Dukun. Melihat Lisa mulai menggelinjang, Sukmo terus melanjutkan serangannya.

Lidah Sukmo menusuk-nusuk liang vagina Lisa yang semakin banjir itu. Tanpa bisa mengontrol dirinya, tanpa terasa tangan Lisa sudah menjambak rambut panjang sang dukun. Dan semakin dekat dengan kenikmatan, semakin keras tangan Lisa menarik rambut Sukmo.
“Aaaaaahh…hhh..Mbah..” lenguh Lisa.


Tubuhnya bergetar. Perasaan yang luar biasa. Dia mengalami orgasme pertamanya dalam hidupnya sebagai wanita. Sukmo tersenyum. Dia membiarkan sekian detik Lisa menggelepar dalam kenikmatan. Sukmo pun merangkak mendekati bibir Lisa, dan menciumnya lembut.
“Sekarang saatnya upacara utama,Nduk. Kamu siap?” Mangsanya terdiam, masih dalam kenikmatan luar biasa yang tidak pernah dirasakannya. Sukmo pun mengarahkan kepala penisnya yang mirip jamur besar itu di bibir vagina Lisa. Lisa melenguh saat bibir vaginanya membuka perlahan, saat penis raksasa itu mulai menembus vaginanya.

“Lisa takut,Mbah…” desis Lisa melihat penis besar yang terasa tidak mungkin bisa masuk ke dalam lubang vaginanya itu. “Sabar Cah Ayu.
Sakit cuma di awal. Pengorbanan untuk mamamu…”Sukmo begitu lihai memainkan perasaan sang dara ini. Dia pun mempersiapkan pergerakan penisnya. Perlahan kepala penis Sukmo mulai masuk.

“Aaaah…sakiiiiittt…ttt..tt..,Mbah.” teriak Lisa. Sukmo sudah tidak begitu menggubrisnya.
Dia dan senjata pamungkasnya sudah begitu sibuk menikmati sensasi menembus keperawanan gadis seksi ini. penis Sukmo pun terus bergerak pelan namun pasti diiringi rintihan kesakitan Lisa.

“Sabar,sayang…..Heeeeeehhh…hhhh…”Mbah Sukmo pun menghentakkan pinggulnya dengan kekuatan penuh. “Aaaaaahhh…..Mbah…Sakiiiit.” Bleeeeessss…seluruh batang penis Sukmo yang besar itu tenggelam dalam vagina Lisa yang begitu terasa sangat sempit.
Air mata Lisa mengalir di sela dua matanya merasakan perih selaput daranya dirobek benda besar yang tidak pernah dibayangkan bisa berada dalam liang vaginannya. Setelah sejenak membiarkan vagina Lisa beradaptasi, Mbah Sukmo mulai menggoyangkan pantatnya naik turun.

Tampak batang besar penis Sukmo keluar masuk dengan kokohnya. Cairan vagina bercampur darah perawan Lisa. Rapatnya vagina Lisa membuat Dukun sableng ini merem melek menikmati semua kenikmatan yang mungkin sebelumnya hanya bisa didapatkan dalam mimpi.
Lisa kelojotan menerima hantaman penis Sukmoyang terus menerjang tanpa ampun seolah ingin membongkar rapatnya vagina perawan Lisa. Peluh membasahi dua insan yang berjauhan usia itu.

“Uuuuugh…hh..eeeemph.”Lisa melenguh ketika Mbah Sukmo menarik tubuhnya dalam posisi duduk. Seperti insting alamiah, tubuh Lisa seakan paham untuk mengambil peran dalam pergumulan posisi ini.
Pantat Lisa naik turun, pinggulnya meliuk memperkuat remasan vagina Lisa terhadap batang penis Sukmo. Sukmo pun menyambut dari bawah dengan sodokan terhebat penisnya.

“Hong Silawe..Silawe…weee…wwweee…wenaaaakkk,Nduk.” Sukmo meracau penuh kenikmatan.
10 menit dalam deru nafas Lisa semakin ga karuan. Tangannya memeluk Sukmo.
“Aaaaahhh…hhh…..hhh..Mbaaaaah..” Lisa orgasme untuk kedua kalinya.
Sukmo menyambut pelukan Lisa dengan lembut. Mengurangi daya sodokan untuk memberikan kesempatan gadis ini menikmati pengalaman orgasme keduanya yang indah, Sukmo memberi kecupan hangat di bibir gadis cantiknya.

“Gimana,Nduk? Siiiiiiap dengan ritual kenikmatan berikutnya sayang?” bisik Sukmo diiringi anggukan lemah Lisa.
Dengan sigap Sukmo menidurkan tubuh Lisa dengan tetap memegang pinggul gadis cantik itu dengan dua tangannya yang kuat. Lalu ia mengangkat dua kaki Lisa dan meletakkannya ke pundaknya dengan posisi penis masih di dalam liang senggama Lisa.
“Eeeeemmphh…phh..aaahh…” Lisa mendesah ketika dalam posisi barunya Mbah Sukmo mempercepat genjotannya.
Semakin cepat batang Sukmo keluar masuk, diiringi naik turunnya payudara Lisa. Cairan vagina Lisa semakin memberi pelumas bagi rudal raksasa ini untuk mengaduk-aduknya, memaksimalkan kenimatan dua insan itu.

“Aaaaaah…enak sekali vaginamu Cah Ayu.” bisik Sukmo sambil meraih puting Lisa dengan bibirnya di sela genjotan itu.
Hampir 30 menit Sukmo tanpa kenal lelah terus menyetubuhi gadis cantik itu. Peluhnya bahkan menetes jatuh di perut langsing Lisa, bercampur dengan keringat sang gadis. Kulit Lisa terlihat semakin mengkilap karena peluh yang membasahi semua bagian tubuhnya.
Nafas keduanya saling bersahutan dengan sesekali diiringi erangan penuh kenikmatan. Hingga entah sodokan yang ke berapa ratus kali, tubuh Lisa kembali mulai menunjukkan tanda-tanda orgasme bakal kembali melanda.

“Eeeeergghh..aaaaahh…Mbah…Lisa ga tahan lagi.” desah Lisa sambil mencengkram karpet dengan kuku-kuku tangannya. “Saaaabaar, sayang….aaaahh..aahh..Mbah juga mau sampai.” Sukmo mempercepat genjotannya.
Urat-urat penisnya berkedut tak mampu dibendungnya. Dengan semua kekuatannya yang tersisa, dihentakkannya penisnya dalam-dalam hingga mentok ke dasar rahim Lisa. Diiringi teriakan orgasme yang dahsyat,

“Aaaaaahhhhh……aaaahhh….Lisa….Silawe…Aaahhh..Hoong… Lisaaaa….” Lisa pun mengejang hebat, cairan vaginanya muncrat bertumbukan dengan tumpahan sperma Mbah Sukmo yang sepertinya memenuhi liang kenikmatannya.
Tubuh Sukmo roboh di atas pelukan Lisa. Lemas, puas, dan nikmat. Sukmo pelan-pelan mencabut penisnya dari vagina Lisa. Senyuman kemenangannya tersungging di pipinya saat melihat sisa-sisa spermanya menetes keluar dari vagina gadis cantik itu, berbaur dengan cairan vagina dan darah perawan.

“Mandilah, di kamar mandi itu. Upacara kita sukses Nduk. Mamamu akan mendapatkan semua yang diinginkannya.” ujar Sukmo sambil melemparkan kaos dan jeans pada Lisa yang masih terlentang di karpet.

Gadis ini masih tak percaya dengan apa yang dialaminya. Dipungutnya pakaiannya, dan dengan langkah kaki yang masih lemas dia masuk ke bilik kamar mandi di mana sang mama masih lelap dalam kebugilannya. “Gua juga dah dapat yang gua inginkan.
Nyoblos memang nikmat, daripada nyoblos di TPS mending nyoblos langsung calegnya hehehe!” ujar Sukmo dalam hatinya sambil ketawa kecil




Perawanku Hilang Di Tangan Adikku Sendiri – Namaku Mona, umurku 24 tahun, aku sudah menikah dan mempunyai satu anak lelaki.. Berikut ini aku ingin berbagi pengalaman tentang hubunganku dengan adik kandungku sendiri. Kejadian ini terjadi dua tahun yang lalu ketika aku berusia 22 tahun dan adikku berusia 18 tahun.

Kami adalah 3 bersaudara, kakakku Diana telah menikah dan ikut suaminya, sedangkan aku dan adikku tinggal bersama orang tua kami. Aku sendiri berperawakan sedang, tinggiku 160cm berat badan 52kg, orang bilang aku montok, terutama pada bagian pinggul/pantat. Payudaraku termasuk rata2 34 saja. Kulitku yang putih selalu menjadi perhatian orang2 bila sedang berjalan keluar rumah.

Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, dia adalah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya melakukan petting, sailng raba, saling cium dan saling hisap.

Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jika saat petting, tapi aku sendiri tidak ingin hal itu terjadi sebelum kami menikah, jadi aku mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya aku agak jijik melakukannya.

Keseringan petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali… entah kenapa aku jadi ketagihan… Sampai akhirnya kau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri. Sering aku meraba-raba payudaraku sendiri dan mengusap-usap memeku sendiri sampai aku orgasme.

Inilah kesalahan ku, aku tidak menyadari kalau selama ini adikku John sering mengintip aku… ini aku ketahui setelah dia mengakuinya saat berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.

Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku John pergi ke supermarket 500m dekat rumah. Karena belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu aku memakai celana panjang ketat setengah lutut, dan karena kami hanya naik satu becak, aku memutuskan untuk di pangku adikku, sedangkan mamaku memangku belanjaan. Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika aku duduk di pangkuan adikku, aku merasakan sesuatu bergerak-gerak dipantatku, aku sadar bahwa itu kontol adikku, keras sekali dan berada di belahan pantatku. Aku membiarkannya, karena memang tidak ada yang bisa kulakukan. Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena aku juga sangat rindu belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, diam diam aku menikmatinya.

Sejak kejadian itu, aku sering melihat dia memperhatikan tubuhku, agak risi aku diperhatikan adikku sendiri, tapi aku berusaha bersikap biasa.


Suatu hari, aku dan pacarku melakukan petting di kamarku… Aku sangat terangsang sekali… dia meraba dan membelai-belai tubuhku. Sampai akhirnya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku untuk mengijinkannya memasukkan kontolnya ke memekku. Tentu saja aku keberatan, walaupun aku sangat terangsang tapi aku berusaha untuk mempertahankan keperawananku. Dalam ketelajanganku aku memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dan anehnya aku malah berteriak minta tolong. Hal ini di dengar oleh adikku John, dia langsung menerobos kamarku dan mengusirnya, saat itu juga pacarku ketakutan, karena memang badan adikku jauh lebih besar. Aku lansung menutupi tubuhku yang telanjang dan aku yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku sendiri langsung memakai pakaiannya dan pamit pulang

Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan teman-teman ku, pacarku katanya mempunyai teman cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja aku sedih mendengarnya, tapi aku juga merasa beruntung tidak ternodai olehnya.

Suatu malam aku berbincang-bincang dengan adikku, aku berterima kasih padanya karena dia telah menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, aku ngga bisa menyalahkan pacarku karena memang bodyku sexy sekali dan setiap laki-laki pasti ingin merasakan tubuhku. Ketika kutanya, jika setiap lelaki, apakah adikku juga ingin merasakan tubuhku juga… dia menjawab:

“Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen, aku kan juga lelaki” aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja tembak, “emang adik pernah nyobain cewe?” dia bilang “ya, belum kak”…. itulah percakapan awal bencana itu.

“Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen, aku kan juga lelaki” aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja tembak, “emang adik pernah nyobain cewe?” dia bilang “ya, belum kak”…. itulah percakapan awal bencana itu.

Malam harinya aku membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya… lalu aku mulai meraba-raba tubuhku sendiri… tapi aku tetap tidak bisa mencapai apa yang aku inginkan… sekilas aku membayangkan adikku… lalu aku memutuskan untuk mengintip ke kamarnya… Malam itu aku mengendap-endap dan perlahan-lahan nak keatas kursi dan dari lubang angin aku mengintip adikku sendiri, aku sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegan alat vitalnya sendiri, dia melakukan onani, aku terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku, gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku… Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya dia meneriakkan namaku… Saat itu perasaanku bercampur baur antar nafsu dan marah… aku langsung balik kekamarku dan membayangkan apa yang baru saja aku saksikan.

Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka aku memutuskan untuk mendatangi pacarku. Pagi itu aku langsung kerumah pacarku dan kulihat dia sangat senang aku datang ditariknya aku ke kamarnya dan kami langsung bercumbu… saling cium saling hisap dan perlahan-lahan baju kami lepas satu demi satu sampai akhirnya kami telanjang bulat. Gilanya begitu aku melihat kontolnya, aku terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya… sepert biasa dia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa aku melakukannya, dia merintih-rintih keenakkan dan mungkin karena hampir orgasme dia menarik kepalaku.

“Jangan diterusin, aku bisa keluar katanya” lalu dia mula menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencari-cari lubang memekku… begitu unjung kontolnya nempel dan baru setengah kepalanya masuk, aku kaget karena dia sudah langsung orgasme, air maninya belepotan diatas memekku…
“Ohhhhh…” katanya.

Dia memelukku dan minta maaf karena gagal melakukan penetrasi ke memekku. Tentu saja aku sangat kecewa, karena libidoku masih sangat tinggi.
“Puaskan aku dong… aku kan belum…” rengekku tanpa malu-malu. Tapi jawabannya sangat menyakitkanku…
“Maaf, aku harus buru-buru ada janji dengan sisca” katanya tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun. Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buru-buru berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari rumahnya.

Diperjalanan pulang aku sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama diperjalanan banyak sekali lelaki yang mengodaku dar tukang becak, kuli bangunan sampai setiap orang di bis.

Begitu sampai rumah aku memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, dia mengajakku untuk ikut dan aku langsung menyanguppinya karena memang aku juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.

Di tempat sport club, kam berolah raga dari senam sampai berenang dan puncaknya kami mandi sauna. Karena sport club tersebut sangat sepi, maka aku minta adikku satu kamar denganku saat sauna. Saat didalam adikku bilang “kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga keluar, percuma sauna”

“Abis pake apa” timpalku, “aku ngga punya baju lagi”

“Pake celana dalem sam BH aja kak, supaya pori-porinya kebuka” katanya

Pikirku, bener juga apa katanya, aku langsung keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana dalam, sialnya aku memakai celana dalam G-string putih sehabis dari rumah pacarku tadi… Tapi “ah, cuek aja.. toh adikku pernah liat aku telanjang juga”.

Begitu aku masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani… kulihat dia berkali-kali menelan ludah, aku pura-pura acuh dan langsung duduk dan menikmati panasnya sauna. Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana dalamku… adikku terus memandang tubuhku dan ketka kulihat kontolnya, aku sangat kaget, dan mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak adalah kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.

Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selau melirik ke bagian itu, dan nafasku semakin memburu dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku, aku kecewa dan ingin pelampiasan.



Dalam kediaman itu aku tidak mampu untuk bertahan lagi dan aku memulainya dengan berkata:

“Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu”

“Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol” katanya

“Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik” kataku lebih berani

“Iya yah…” katanya sambil berdiri dan membuka celananya…

Aku sangat berdebar-debar dan berkali-kali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang begitu besar.

Tiba-tiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya.

“Kenapa dimatiin” kataku

“Udah cukup panas kak” katanya

Memang saat juga aku merasa sudah cukup panas, dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masing-masing. Tiba-tiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi melihat kontol adikku.

Akal warasku datang dan aku langsung berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku “nanti kak”.

“Kan udah saunanya ” timpalku, aku sangat kaget dia berada tepat di depanku dengan kontol mengacung ke arahku, antara takut dan ingin.

“Kakak udah pernah gituan belum kak” kata adikku

“Belum” kataku, “emang kamu udah..?” lanjutku

“Belum juga kak, tapi pengen nyoba” katanya

“Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya” kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku jatuh, ketika aku memungutnya, otomatis aku menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel di kontolnya.

Gilanya aku malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup G-string.

“Oh kak…. bahenol sekali, aku pengen nyobain kak” katanya dengan nafas memburu.

“Aw… dik ngapain kamu” timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aku juga menginginkannya.

“Pengen ngentot kakak” katanya kasar sambil menekan batangnya kepantatku

Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, “Aku kan kakakm John, inget dong”

Adikku tetap memegang pinggulku “tolong kak.. asal nempel aja.. nga usah dimasukkin, aku ngga tahan banget”

“Tolong kak,” katanya memelas. Aku di suruh nagpain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek kakak”.

Pikiranku buntu, aku juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku menunggangi sisca, libidoku tambah naik..

“Persetan dengan pacar brengsek” batinku.

“Jangan disini” pintaku.

“Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit” katanya meremas pinggulku.

“Kakak belum siap” kataku.

“Kakak nungging aja, nanti aku panasin” katanya.

Bagai terhipnotis aku menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, aku menungginginya dan dengam pelan-pelan dia membuka G-stringku dan melemparkannya. Dan dia jongkok di belakangku dan gilanya dia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang…

“Oh… ngapain kamu dik…” kataku tanpa melarangnya.

Dia terus menjulurkan lidah dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh… gila pikirku… enak banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku

“Gila kamu dik, enak banget, belajar dimana” rintihku… Tanpa menjawab dia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku sampai akhirnya lama-lama memekku basah sekali dan bagian dalam memekku gatal sekali…

Tiba-tiba dia berdiri dan memegang pinggulku..
“Udah panas kak” katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukul-mukul kepala kontolnya kepantatku.

“udah….” kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku…

“Jangan bilang siapa-siapa yah dik” kataku.

Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar… dia kesulitan…

“Mana lubangnya kak..” katanya.

Tanpa sadar aku menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke mulut goaku…

“Ini dik” kataku begitu tepat di depannya, “gesek-gesek aja yah dik”.

“Masukin dikit aja kak” katanya menekan kontolnya.

“aw… dik, gede banget sih” kataku, “pelan-pelan….”.

Begitu kepala kontolnya membuka jalan masuk ke memekku, adikku pelan-pelan menekannya.. dan mengeluarkannya lagi sedikit sedikit… tapi tidak sampai lepas… terus ia lakukan sampai membuat aku gemas….

“Oh.. dik…. enak…. dik…. udah yah…” kataku pura-pura…..

“Belum kak…. baru kepalanya udah enak yah….”

“Memang bisa lebih enak…???” kataku menantang.

Dan…. langsung menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku”

Aku merasakan perih luar biasa dan “aw…. sakit dik…” teriakku.

Adikku menahan batangnya didalam memekku ….
“Oh…kak…nikmat banget…..” dan secara perlahan dia menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat, begitu juga adikku…

“Oh, kak… nikmat banget memekmu..” katanya.

“Ssssshhhh… ia dik… enak banget” kataku.

Lima belas menit dia mengenjotku, sampai akhirnya aku merasakan orgasme yang sangat panjang dan nikmat disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku agar penetrasinya maksimum.

“Oh.. kak.. aku keluar.. nikmat banget…” katanya

Sejenak dia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku…

“Ma kasih kak” katanya tanpa dosa dan memakaikan celanaku lagi. Aku bingung bercampur menyesal dan ingin menangis. Akulangsung keluar dan membersihkan diri sambil menyesali diri.. “kenapa adikku????”

Dalam perjalanan pulang adikku berulang-ulang minta maaf atas perbuatannya di ruangan sauna… Aku hanya bisa berdiam merenungi diriku yang sudah tidak perawan lagi…

Kejadian itu adalah awal petualangan aku dan adikku, Karena dua hari setelah itu kembali kami besetubuh, bahkan lebih gila lagi.. kami bisa melakukannya sehari 3 sampai 5 kali sehari semalam.

Setahun sudah aku di tunggangi adikku sendiri sampai ada seorang kaya, kenalan bapakku melamarku, dan kami menikah. Untungnya suamiku tidak mempermasalahkan keperawananku.

Akhirnya aku di karunia seorang anak dari suamiku, bukan dari adikku.. karena aku selalu menjaga jangan sampai hamil bila bersetubuh dengan adikku.

Sampai sekarang aku tidak bisa menghentikan perbuatanku dengan adikku, yang pertama adikku selalu meminta jatah, di lain pihak aku juga sangat ketagihan permainan sex nya.

Tamat

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.